float_enroll
float_enroll

How to Win

Maximize your winnings in Content Hub with these fun activities.

htw1
htw2
htw2
htw3
htw4
htw5
htw6
htw7
htw8

How far can you go?

test1
test2
boy_with_question

How far you can go?

boy_with_question
test1
test2

RELEASE YOUR STRESSSSS!

girl_with_dance
game_controller
game1
game2

Contributor Canal

Video

Video

Art & Design

Video

Video

Art & Design

calander

12 OCT 2020

Natural Dyed Crawling Path

The use of synthetic dyes in the textile industry can be harmful to the environment, especially those with chemical structure that is difficult to degrade. Therefore, this study aims to explore the possibilities of using natural mordant (bio mordant) for producing dyes that can be environment-friendly. Using aqueous method to extract the color and 3 methods for mordating, which is pre, simultaneous and post. The materials used in this exploration includes hemp, calico, and various types of cotton, with the natural dye sources coming from avocado skin and pit, dragon fruit skin, mangosteen skin, red cabbage, turmeric, onion skin, spinach, suji leaves, butterfly pea flower and mulberries. Based on the characteristics of natural dye produced, one suitable product is soft toy for babies, with diverse, soft and soothing color. In conclusion, natural dyes are assessed to have a fairly good potential in providing environment-friendly alternative. For more detailed research on this, click here. This product is made by Casey Gunawan, one of UPH’s Product Design student.

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

22 MAR 2021

Ancient Greek to Post-modern Period Architectural and Interior Sketches by Santa Angela

All of these sketches are architectural and interior sketches from ancient greek period until post-modern period. Every sketch from a period is a sketch of a famous architectural structure or interior space during that period.

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

16 MAR 2021

ÉPANOUI by Gaby Inetta Ichwanto & Karen Hartanto

ÉPANOUI's inspirations came from youthfulness and freedom that us, teenagers have. That leads us to choose Coachella as our main theme of this product collections.

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

17 FEB 2021

Prancangan Rumah Tinggal by Gary Delfino Yap

Rumah dapat memiliki arti yang lebih dalam dari sekedar tempat untuk menetap, melainkan menjadi tempat spesial dimana seseorang dapat membangun hubungan sesama user dan ruang, merasakan memori yang telah dibangun, dan suasana kenyamanan dengan ciri khas tersendiri yang melekat pada user. Poin – poin yang mengutamakan Human-Centered Design ini akan dicapai melalui pengumpulan data (flow of activity, kebutuhan, aktivitas yang perlu diakomodasi, kebudayaan, sifat, dll.) dari client. Goal dari perancangan rumah ini adalah membangun rumah yang nyaman, aman, sehat, serta memiliki suasana ruang yang dinamis. Dan juga memperhatikan hubungan aktivitas antar ruang untuk menciptakan kebersamaan antar anggota keluarga. Konsep Citra yang dibangun dari kebutuhan, keinginan, dan penylesaian masalah user ini dibagi menjadi 4 keywords, yaitu sederhana, alam, kebersamaan, dan fleksibilitas. Alam: Mencoba untuk memasukan unsur alam ke dalam ruang dengan cara mengaburkan batasan antara area outdoor dan indoor. Hijau-hijauan, aroma alam, suara tarian tumbuh-tumbuhan yang tertiup udara, refleksi gerakan air, serta suara air mengalir yang dihasilkan oleh ‘greeneries’ dan kolam air dapat memberikan nuansa 'home' sebagai getaway dari kesibukan/jenihnya lingkungan rumah yang juga meningkatkankesehatan, mood, dan kesejahteraan user. Kebersamaan: Meminimalisir penggunan sekat atau partisi, namun tidak menghilangkan rasa keberadaan/identitas ruang. Fleksibilitas: Berdasarkan fungsi rumah yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa rumah digunakan untuk tempat tinggal dan kerja, maka akan diupayakan untuk menyediakan fleksibilitas pada kegunaan mayoritas ruang yang dapat berfungsi untuk bersantai atau sebagai area kerja (nonformal) Sederhana: Bentuk-bentuk yang digunakan adalah bentuk yang geometris (memberikan kesan sederhana dan menyatu dengan bentuk arsitektural rumah ini).

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

11 JAN 2021

Getaway Home by Ishika Hassanand

Getaway Home by Ishika Hassanand IMAGERY: "FRESH YET ELEGANT" Bringing the authentic coolness of nature into a modern building while remaining stylish. SHAPE: "GEOMETRIC GLAM" Clean, neat and systematic display of geometric shapes to support the minimalist effect. MATERIAL: "NATURALLY TRENDY" Featuring a unique blend of materials that are natural, modern, eco-friendly and gives off a natural effect. COLOR: "COOL EARTH TONE" Subtle colors that tends to bring out a calm, cool atmosphere yet gives a wider effect on the space. LIGHTING: "TROPICALLY BRIGHT" Natural lighting = Maximized and evenly distributed Artificial Lighting = Color temperature 3000k-4500k (warm to cool white) VENTILATION: "LIGHT AND AIRY" Chilly and fresh which gives the impression of being exposed to nature. ERGONOMY: "SOLIDITY & ACCESIBILITY" The ergonomics between spaces must be close to maintain proper interaction and access of residents but also must be comfortable with a sufficient amount of furniture and space circulation for all residents to be able to do activities together.

Video

Video

Art & Design

calander

15 DEC 2020

Karya Tatung by Sheyri Olivia

Film dokumenter “Tatung” berkisah tentang para Tatung di Bangka yang memperlihatkan sisi berbeda dari Tatung yang dikenal kuat. Liu Sui Fong sudah 30 tahun lebih menjadi seorang Tatung dan seringkali mendapatkan bahaya akibat membantu masyarakat, salah satunya adalah anak kesayangan beliau yang mengalami muntah darah. Selain itu pekerjaan Tatung tidak mendukung secara materi sehingga mereka memiliki pekerjaan lain, seperti Yanti istri dari Liu Sui Fong yang masih berjualan makanan dengan berjalan kaki untuk menafkahi keluarganya. akibat dari 
banyaknya bahaya yang ada para Tatung takut untuk mendokumentasikan ritual mereka, namun berbeda dengan Tatung Ki Dempo yang selalu melakukan siaran langsung di Facebook ketika ritual. Tujuan beliau melakukan siaran langsung adalah untuk melestarikan kebudayaan yang semakin hari semakin menghilang. Dan ini menjadi bukti bahwa kebudayaan Tatung bertumbuh bersama dengan teknologi zaman kini. This video was created by Sheyri Olivia, one of UPH's Design Visual Communication student.

Article

General

calander

04 NOV 2020

The Use of Artificial Intelligence in Weapons According to International Humanitarian Law

One of those includes artificial intelligence which is an increasingly used and developed form of technology born sometime in the 1950s. The term of “intelligence” itself means “the ability to acquire and apply different skills and knowledge to solve a given problem” and the use of “general mental capacity to solve, reason, and learn various situations”. Meanwhile, “AI” can simply be defined as “the theory and development of computer systems to carry out tasks normally requiring human intelligence”. The foundation of AI’s development began in 1950, by mathematician Alan Turing who posed the question of whether machines could think like humans did, and how. Turing published a paper “Computing Machinery and Intelligence” and established the “Turing Test”, which is designed to determine whether or not a computer is “intelligent” by testing if they can imitate an input given by a human and produce an output that human users cannot identify as coming from a machine. Even within a small nation such as Singapore, they are currently working on incorporating AI into their defense structure to “maximize combat effectiveness with minimum manpower.” Its development is rampant due to its promising contribution for the military in the future which could make work safer for the army, like its ability to spot and detect objects that are out of human view, helping personnel make decisions through analysis, increase accuracy in targeting, and more. Due to the potential damages and harm to human life, many experts including Elon Musk and the three co-founders of AI’s company “Google DeepMind” have pledged not to develop AI weapons that could create devastating results. They, and thousands of other AI experts, have opposed the existence of automated weapons that rely on AI without sufficient human control and constantly warns the public of the repercussions, whether moral or pragmatic, in enforcing such weapons. Still, there are no specific internationally agreed rules or conventions about AI in weapons yet. A disharmony in agreement or understanding about what can be used in the AI battle field and how much human intervention should be applied could result fatally.

#UPHImpactsLives

feature_frame
ttl_laptop

Publication

23
JUN 21

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama MRIN-UPH dengan Eijkman terkait Whole Genome Sequencing Virus SARS-COV-2

Mochtar Riady Institute for Nanotechnology-Universitas Pelita Harapan (“MRIN-UPH”) resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (“Eijkman”), lembaga penelitian dibawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Indonesia pada Kamis, 29 April 2021. Kerja sama antara Eijkman dan MRIN-UPH adalah mengenai Whole Genome Sequencing (WGS) virus SARS-COV-2 (virus penyebab Covid 19), dimana MRIN-UPH merupakan lembaga penelitian swasta pertama yang bekerja sama dengan Eijkman dalam penelitian WGS SARS-CoV-2.Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan oleh Prof. dr. Irawan Yusuf, Ph.D., selaku Presiden Yayasan Mochtar Riady Nanotechnology Institute dan Prof. dr. David H. Muljono, Sp.PD., FINASIM, Ph.D., selaku Deputi Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, disaksikan oleh Dr. rer. nat. Ivet Suriapranata, selaku Kepala Divisi Penelitian MRIN-UPH, dan Drh. Safarina G. Malik, M.S., Ph.D., selaku Sekretaris Utama Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.“Kolaborasi antara MRIN-UPH dengan Eijkman adalah sarana yang baik untuk melakukan pertukaran ide dan knowledge transfer. Kedua lembaga memiliki kualitas dan nilai lebih. Eijkman memiliki fasilitas lengkap dan sumber daya manusia yang banyak. Sedangkan MRIN-UPH adalah bagian dari Medical Science Lippo Group, yang tergabung bersama Fakultas Kedokteran UPH dan Rumah Sakit (RS) Siloam yang memiliki jaringan yang luas di Indonesia. Jaringan yang luas ini memungkinkan MRIN-UPH mendapat akses sampel dari berbagai daerah di Indonesia,” jelas Prof. Irawan.Dr. Ivet menambahkan bahwa dengan kerja sama ini, kontribusi MRIN-UPH terkait pemetaan genom SARS-CoV-2 semakin luas. “Sebelumnya MRIN-UPH hanya melakukan partial genome sequencing dari SARS-CoV-2. Bersama Eijkman, kami dapat berkontribusi melakukan WGS yang bermanfaat dalam pemetaan varian virus penyebab COVID-19 yang ada di Indonesia, termasuk mutasi virus tersebut. Untuk kerja sama ini, MRIN-UPH akan memilih sampel-sampel yang memenuhi kriteria seperti profil pasien dan nilai Cycle Threshold (CT) tertentu. Kemudian sampel dikirimkan ke Eijkman untuk dilakukan sequencing. Jika data sudah lengkap maka data ini akan dilaporkan kepada Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) sehingga dapat diakses publik,” tambah Dr. Ivet.Lebih lanjut, Dr. Safarina yang biasa dipanggil Dr. Ina ini menjelaskan, kerja sama WGS SARS-CoV-2 ini akan dibagi menjadi dua tahap. “Dalam tahap pertama, MRIN-UPH akan menyediakan reagen untuk meneliti 100 sampel yang dikerjakan Eijkman. Kemudian data WGS dari 100 sampel ini akan dilaporkan ke GISAID. Dalam tahap kedua, MRIN-UPH akan melakukan pengiriman sampel secara rutin ke Eijkman untuk berpartisipasi dalam pemenuhan target Eijkman dari pemerintah Republik Indonesia, yaitu pengiriman data WGS dari 5,000 sampel ke GISAID di tahun ini,” papar Dr. Ina.Diakui oleh Dr. Ina, kerja sama mengenai penelitian WGS SARS-CoV-2 ini adalah yang pertama dilakukan dan telah menjadi pionir untuk kerja sama serupa antara Eijkman dengan lembaga penelitian lainnya, terutama lembaga riset dari daerah di luar pulau Jawa. Ia berharap kerja sama ini mampu berkontribusi dalam peningkatan kemampuan genome surveillance di Indonesia. Artinya meningkatkan kapasitas nasional agar sigap mengetahui apabila ada anomali kasus dan dapat menangkap varian atau mutasi virus SARS-CoV-2 di Indonesia lebih awal.Lebih lanjut, menurut Prof. dr. Herawati Sudoyo, M.Sc., Ph.D. (Prof. Hera), Deputi Bidang Penelitian Fundamental Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, kerja sama dengan MRIN-UPH juga terbuka pada respon inang (pasien) terhadap patogen penelitian penyakit, selain penelitian patogennya.“Selain meneliti patogennya, bersama MRIN-UPH, kami juga ingin melakukan penelitian terhadap gejala klinis dari pasien. Karena beda pasien maka bisa berbeda juga respon dan dampak penyakit yang dirasakan,” papar Prof. Hera.Melalui peluang kerja sama yang ada, MRIN-UPH berkomitmen untuk siap berkontribusi dalam kemajuan penelitian. Tentu dalam menjalankan kerja sama juga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia yang handal di bidangnya. Untuk itu, bagi kamu yang bercita-cita menjadi peneliti di bidang bioteknologi atau Kesehatan, mari bergabung di Program Studi Kedokteran atau Program Studi Bioteknologi UPH. Pasti bisa kuliah dan capai cita-citamu di UPH! Daftar di sini dan informasi lebih lanjut hubungi 0811-1709-901.

Read More
16
JUN 21

UPH Mengadakan Sentra Vaksin Bagi Publik & Mahasiswa, untuk Mendukung Program “Herd Immunity” Pemerintah

Jakarta, 15 Juni 2021 – Sebagai salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Pelita Harapan (UPH) mendukung program Herd Immunity pemerintah, UPH mengadakan sentra vaksin bagi masyarakat publik dan juga bagi mahasiswa/i UPH. Berlokasi di Pluit Village Lantai 2, Jl. Pluit Indah No 12, Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara; sentra vaksin UPH akan berlangsung pada tanggal 17-26 Juni 2021 (tutup pada hari Minggu 20 Juni 2021). Sentra vaksin ini akan dibuka mulai pukul 09.00 hingga pukul 16.00 wib setiap harinya.Adapun persyaratan bagi penerima vaksin cukup mudah yakniBerusia minimal 18 tahun,Belum pernah menerima vaksin gotong royong sebelumnyaWajib melakukan pendaftaran secara daring terlebih dahulu, danKhusus mahasiswa/i UPH, wajib menunjukkan smartcardUPH menyediakan dua pendaftaran yang ditujukan untuk mengorganisir pendaftaran mahasiswa dan masyarakat umum agar lebih terkendali dan menghindari terjadinya penumpukkan antrian di lokasi sentra vaksin. Masyarakat umum dapat mendaftar melalui bit.ly/sentravaksinuphumum sedangkan mahasiswa/i UPH yang ingin mendapatkan vaksin, dapat mendaftar melalui bit.ly/vaksinasimahasiswauph. Calon penerima vaksin dapat memilih tanggal vaksinasi sesuai ketersediaan yang ada pada formulir pendaftaran, kemudian akan menerima konfirmasi, lalu datang sesuai tanggal vaksinasi yang telah dipilih.Rektor UPH, Dr. (H.C) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc. antusias bahwa program ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. ”UPH melihat bahwa masih diperlukan sentra vaksin bagi masyarakat umum terutama untuk masyarakat produktif pemegang KTP luar Jabodetabek, yang bekerja di area Jabodetabek. Ini tentunya memerlukan partisipasi dari setiap institusi, selain inisiasi pemerintah. Kepedulian UPH membantu program pemerintah tentunya harus diwujudnyatakan dan kami bersyukur karena dengan terbukanya sentra vaksin UPH, maka makin banyak orang yang dapat dilayani,”Lebih lanjut, Stephanie Riady, B.A., M.Ed., selaku Direktur Eksekutif Yayasan Pendidikan Pelita Harapan menyatakan “UPH memiliki tema Impact Lives artinya memberi dampak positif, sehingga kegiatan ini merupakan bukti bahwa UPH sangat memprioritaskan kesehatan dan keselamatan semua yang terlibat dalam program pendidikan di masa pandemi, termasuk masyarakat umum. Sebagai institusi pendidikan, UPH siap sedia membantu Gerakan Nasional Vaksinasi COVID-19 untuk mempercepat program kekebalan kelompok/herd immunity 1 tahun dari pemerintah,”Sentra Vaksin UPH dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat termasuk penyemprotan disinfektan di lokasi sentra vaksin UPH.

Read More
23
APR 21

Bioteknologi UPH Temukan Bakteri Penghilang Warna Limbah Tekstil

Kepala Program Studi (Kaprodi) Bioteknologi Universitas Pelita Harapan (UPH), Dr. Reinhard Pinontoan bersama dengan tim, melakukan penelitian terhadap adanya bakteri yang mampu mendekolorisasi warna biru metilen. Kegiatan penelitian yang dilakukan pada Maret 2020 lalu ini memiliki tujuan untuk mengisolasi potensi bakteri penghilang warna biru metilen dari air Sungai Progo yang terkontaminasi limbah.Hal ini didasari atas kepedulian Dr. Reinhard terhadap fenomena pencemaran air akibat limbah industri tekstil yang masih menjadi masalah lingkungan di Indonesia. Padahal, air dari sungai tersebut menjadi sumber air bagi masyarakat sekitar. Dr. Reinhard mendasarkan penelitiannya dengan mengambil sampel di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang memiliki beberapa pabrik tekstil di sekitar sungai Kulon Progo. Salah satu zat pewarna yang umum digunakan oleh industri tekstil tersebut yaitu biru metilen, diduga mencemari dan menurunkan kualitas air sungai.“Kita ambil sampel dari Sungai Progo untuk kemudian kita teliti dan kita ambil bakterinya, kemudian bakteri tersebut diisolasi. Karena menggunakan prinsip penelitian bioremidiasi, kita memanfaatkan mikroba yang sudah ada di lingkungan tersebut untuk diidentifikasi apakah mikroba tersebut punya kemampuan untuk mendekolorisasi warna tertentu, yang tadinya terkontaminasi, bisa menjadi bening kembali. Dalam penelitian ini kita khusus meneliti warna biru metilen,” ujar Dr. Reinhard.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri yang diisolasi teridentifikasi sebagai Comamonas aquatica dan Ralstonia mannitolilytica. C. aquaticaPMB-1 dan R. mannitolilytica PMB-2 mampu mendekolorisasi warna biru metilen dengan persentase dekolorisasi 67,9% dan 60,3%. Bakteri tersebut masing-masing diinkubasi selama 96 jam pada suhu 37 ° C.“Kami berharap dengan menghilangkan warna biru metilen yang ada pada air sungai, racun yang terkandung di dalam air yang terkontaminasi juga turut hilang. Sehingga kita bisa mendapatkan sumber air mineral yang layak dikonsumsi untuk kegiatan sehari-hari,” tutur Dr. Reinhard.Selain menghasilkan produk-produk makanan dan meneliti zat-zat yang ada di dalamnya, Program Studi (Prodi) Bioteknologi UPH juga senantiasa melakukan penelitian yang memiliki dampak positif terhadap lingkungan. Mahasiswa Bioteknologi UPH akan dibekali dengan teori ilmiah yang kuat dan penerapan teknologi praktis, sehingga para lulusannya dapat menghasilkan berbagai ide dan produk inovatif dalam berbagai sektor termasuk kesehatan, lingkungan, dan industri.Segera daftarkan dirimu pada Prodi Bioteknologi UPH dengan memanfaatkan Beasiswa 100 Miliar di sini. Informasi lebih lanjut hubungi Student Consultant UPH di 0811-1709-901.

Read More
21
APR 21

Terus Berprestasi! Mahasiswa FH UPH Juara Pertama National Business Law Community Summit 2021

Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Pelita Harapan (UPH) kembali berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Mahasiswa Angkatan 2018: Alvin Nathanael, Nitta Kandiah, dan Fenyo Ezra Tania, meraih Juara Pertama dalam “Paper Presentation Competition” pada National Business Law Community (NBLC) Summit 2021. Ini adalah pertama kalinya mahasiswa FH UPH ikut di kompetisi tersebut dan mampu menunjukkan kualitasnya dengan langsung merebut tempat pertama!National Business Law Community Summit 2021 adalah kompetisi yang diadakan oleh Universitas Atma Jaya pada 20-21 Februari 2021. Kompetisi ini bertemakan ‘Upaya Hukum Sektor Perbankan Guna Menanggulangi Kasus Non-Performing Loan pada Masa Pandemi Covid-19’ dan diikuti 10 universitas, baik universitas negeri atau swasta, dari seluruh Indonesia.Bagi Alvin dan tim, mengikuti kompetisi ini menjadi cara untuk mendorong diri agar tetap produktif dan selalu mengasah kemampuan, serta mengaplikasikan ilmu yang sudah mereka dapat di FH UPH.“Kompetisi menjadi tempat kami mengasah kemampuan analisis dan menerapkan mata kuliah yang sudah kami dapatkan di FH UPH. Misalnya Pendidikan Latihan Kemahiran Hukum 1 (PLKH 1), kami belajar untuk menganalisa permasalahan yang ada dan memberikan solusi hukum terhadap permasalahan tersebut. Selain itu, Hukum Perbankan yang sangat relevan dengan tema kompetisi ini, yaitu mengenai sektor perbankan dalam menanggulangi kasus non-performing loan,” jelas Alvin sebagai ketua tim.Mengikuti kompetisi juga menjadi kesempatan emas dalam menantang diri keluar dari zona nyaman guna meningkatkan kualitas diri, seperti yang dirasakan Nitta. Salah satu tantangan yang berkesan adalah ketika melakukan riset dengan wawancara online bersama para praktisi perbankan guna mendapatkan sudut pandang mereka.Lebih lanjut bagi Fenyo, prestasi ini tentu dapat diraih berkat kerja sama yang baik dan bimbingan dari dosen pembimbing FH UPH; Jerry Shalmont, S.H., M.H. dan Grace Iskandar Darmawan, S.H., M.H.  “Kami bekerja sama dengan baik dalam setiap persiapan. Mulai dari riset, menyusun paper, konsultasi dengan dosen kami, ibu Jerry dan ibu Grace. Bahkan satu minggu sebelum kompetisi dilangsungkan, kami mendapatkan bimbingan intensif terkait presentasi dan tanya jawab. Pertanyaan yang diberikan oleh dosen pembimbing saat latihan tanya jawab, ternyata juga menjadi pertanyaan juri saat kompetisi. Menurut kami, ini adalah salah satu faktor utama kemenangan kami,” cerita Fenyo.Atas pencapaian ini, Jerry Shalmont menyatakan kebanggaannya pada kerja keras yang sudah dilakukan ketiga mahasiswa ini. Ia berharap para mahasiswa FH UPH aktif berkompetisi, karena selain menjadi tempat mengasah kemampuan, mahasiswa juga dapat merasakan manfaat jangka panjang lainnya.“Mayoritas perusahaan mencari lulusan yang selain memiliki Indeks Prestasi (IP) yang bagus juga memiliki pengalaman berkompetisi sebagai nilai tambah. Ini manfaat jangka panjang yang dapat diraih para mahasiswa,” tambah Jerry.Untuk itu dengan prestasi ini, Alvin, Nitta, dan Fenyo berharap dapat memotivasi teman-teman lainnya agar mau ikut berbagai kompetisi guna melatih hard skills dan soft skills. Terlebih dari sisi fakultas, FH UPH sangat mendukung dan memberi kesempatan luas bagi para mahasiswanya berkompetisi.Untuk kamu siswa/i kelas 12 yang bercita-cita memiliki profesi di bidang hukum, FH UPH akan memperlengkapi kamu dengan pengetahuan dan keterampilan hukum yang relevan dengan kebutuhan baik di skala nasional maupun global. Mari bergabung di UPH dengan memanfaatkan Beasiswa 100 Miliar dan daftar di sini. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Student Consultant UPH 0811-1709-901

Read More
20
APR 21

Juara 1 Menyanyi Pop, Otniel Sukses Banggakan UPH di Peksiminas Kemendikbud 2020

Otniel Karisma Parmadean, mahasiswa Conservatory of Music (CoM) Universitas Pelita Harapan (UPH) berhasil mengukir prestasi membanggakan pada kompetisi Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) November 2020 lalu. Pada kompetisi seni yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) tersebut, Otniel sukses mencatatkan prestasi Juara I Lomba Menyanyi Pop Putra, tingkat Nasional.Otniel mengalahkan para perwakilan universitas ternama lainnya dari seluruh Indonesia dengan membawakan lagu “Monokrom” dari Tulus. Atas pencapaian prestasi tersebut, Otniel mengaku sangat gembira karena perjuangannya pada kompetisi Peksiminas 2020 berbuah maksimal.“Rasanya seperti bermimpi, karena saya merasa masih banyak sekali yang perlu saya tingkatkan. Prestasi ini menjadi penyemangat untuk lebih gigih dalam mengasah bakat, selain sebagai bentuk penghargaan dari Tuhan atas kerja keras saya,” ucap Otniel.Otniel merasa ada dua hal keunikan dalam dirinya yang menjadi faktor kemenangan yaitu karisma dan penjiwaan saat melantunkan lagu pilihannya. Ia merasa beruntung karena mendapatkan materi tersebut di perkuliahan.“Aku beruntung karena aku kuliah di CoM UPH, jadi aku memiliki cukup bekal dibidang musik. Aku menerapkan mata kuliah Teori Musik dan Solfeggio. Solfeggio merupakan latihan kemampuan pendengaran pada musik, baik ketepatan ritmik atau ketepatan nada,” tutur Otniel.Menanggapi prestasi yang diraih Otniel, Indrawan Tjhin, S. Kom., B.Mus., MM., E.M.B.A selaku Dekan CoM UPH menyatakan rasa bangganya. Ia berharap semangat Otniel dalam meraih prestasi ini dapat ditiru oleh mahasiswa-mahasiswa lainnya.“Saya turut bangga atas prestasi Otniel. Tentu ini merupakan sikap yang saya harap dapat menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya untuk lebih semangat belajar, berkarya dan berprestasi,” ungkap Indrawan.Di CoM UPH, para mahasiswa terus didorong untuk mengikuti berbagai kompetisi untuk meningkatkan kemampuan bermusik, termasuk melalui praktik langsung seperti tampil di panggung konser atau recital. CoM UPH juga senantiasa melibatkan mahasiswa dalam proyek-proyek kreatif contohnya kolaborasi dengan musisi-musisi profesional antara lain Tohpati, Barry Likumahuwa, Oele Patisellano, Nesia Ardi dan Dira Sugandi, musisi kenamaan yang juga merupakan alumni UPH.Ingin asah potensi musik kamu? Segera bergabung di CoM UPH! Peluang ‘Beasiswa 100 Miliar’ masih terbuka luas. Informasi lebih lanjut, hubungi 0811-1709-901 (Student Consultant) atau daftar langsung di sini.

Read More
05
APR 21

Delegasi Hubungan Internasional UPH Raih Penghargaan Utama ‘Best Delegation’ di SUNMUN 2020

Selamat kepada mahasiswa Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) Universitas Pelita Harapan (UPH) angkatan 2018 dan 2019, yang berhasil meraih penghargaan utama ‘Best Delegation’ di Southeastern United Nexus Model United Nations (SUNMUN) 2020. Penghargaan ini diraih atas keberhasilan para delegasi yang mendapatkan penghargaan terbanyak di kategori yang ada di SUNMUN, yaitu pada kategori United Nations Human Rights Council (UNHRC) dan United Nations Commission on Narcotic Drugs (UNCND), dua komite di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang disimulasikan dalam SUNMUN 2020.SUNMUN 2020 berlangsung pada 19-20 Desember 2020, dengan tema “Igniting Change: Enhancing Protection in an Increasingly Connected World”, dengan total peserta sekitar 150 orang dari berbagai negara, khususnya India, Indonesia, dan Filipina. SUNMUN sendiri adalah konferensi simulasi sidang PBB perdana, berbasis amal yang diadakan untuk membantu masyarakat di masa pandemi COVID-19. Seluruh dana yang didapatkan, kemudian didonasikan kepada National Children’s Hospital di Filipina.Berikut adalah tim delegasi mahasiswa HI UPH yang berpartisipasi dalam SUNMUN 2020:Arlen Kevino Hart, 2019 – (Best Delegate UNHRC)Jenny Sari Winata, 2019 – (Most Outstanding UNHRC)Felica Sharon, 2019 – (Best Position Paper dan Verbal Commendation UNHRC)Stefan Christian Gultom, 2019 – (Most Outstanding UNCND)Edward Soewanto, 2019 – (Best Position Paper UNCND)Angela Filipus, 2019 – (Honourable Mention UNCND)Stefani Sanjaya, 2018Yoga Yules, 2019Arlen Kevino Hart, salah satu delegasi mahasiswa HI UPH di SUNMUN 2020 menyatakan,  “Dengan ikut kompetisi ini, kami berhadapan langsung dengan isu-isu internasional, mempraktikkan cara melakukan riset, speech¸ dan berdiplomasi yang baik, sesuai dengan apa yang sudah kami dapat di kelas saat kuliah. Selain itu, bergabung dalam komunitas dan berpartisipasi di kompetisi, pastinya semakin memperluas wawasan dan mengenal latar belakang beragam negara.”Lebih lanjut, Angela Filipus, yang merupakan Ketua delegasi, merasa bahwa partisipasi dalam kompetisi adalah cara tepat mengasah kemampuan berdiplomasi dan negosiasi yang sangat diperlukan sebagai mahasiswa HI. Terlebih melalui kompetisi internasional ini, diakui Angela semakin menambah koneksinya hingga skala internasional.Berpartisipasi dalam kompetisi juga diyakini mereka sebagai cara tepat dalam menerapkan ilmu dan kemampuan yang sudah diperoleh dari beragam mata kuliah di UPH. “Ikut dalam kompetisi Model United Nations (MUN) sangat berguna untuk mengimplementasikan pelajaran yang kami dapat dari berbagai mata kuliah. Contoh mata kuliah yang relevan seperti Hukum Internasional, Politik Internasional, Ekonomi Internasional, Conflict Resolution, dan lainnya. Mata kuliah ini yang menjadi fondasi kami dalam berdiplomasi, menyusun resolusi dan argumen saat berpidato sesuai kaidah hukum internasional yang berlaku,” pungkas Felica Sharon yang juga tergabung dalam delegasi HI UPH.Meresponi prestasi ini, Floranesia Lantang, S.H.Int., MNatSecPol., Ketua Prodi HI UPH menyatakan kebanggaannya. “Kami bangga dengan prestasi mahasiswa kami. Prestasi pada SUNMUN menambah daftar prestasi prodi dalam ranah Internasional. Sejak 2017, sudah tercatat 70 prestasi dalam kompetisi MUN. Kami mendukung mahasiswa kami untuk aktif, karena partisipasi dalam kompetisi akan semakin melatih mereka untuk mempraktikkan teori atau konsep yang mereka dapat di kelas.”Para delegasi juga berpesan kepada para junior ataupun calon mahasiswa HI UPH agar aktif berpartisipasi mengikuti beragam kompetisi guna mengimplementasikan mata kuliah secara nyata, sedari awal masa perkuliahan.Jadi untuk kamu siswa/i kelas 12 yang memiliki mimpi untuk berprestasi di bidang hubungan internasional, HI UPH pilihan tepat untuk kamu! HI UPH akan membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keahlian praktis di bidang perdagangan internasional, budaya, studi ASEAN, dan korporasi serta keamanan internasional. Manfaatkan peluang Beasiswa 100 Miliar, daftar di sini atau informasi lebih lanjut hubungi 0811-1709-901.

Read More