float_enroll
float_enroll

How to Win

Maximize your winnings in Content Hub with these fun activities.

htw1
htw2
htw2
htw3
htw4
htw5
htw6
htw7
htw8

How far can you go?

test1
test2
boy_with_question

How far you can go?

boy_with_question
test1
test2

RELEASE YOUR STRESSSSS!

girl_with_dance
game_controller
game1
game2

Contributor Canal

Graphics / Gallery

Art & Design

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

21 DEC 2021

Angkasa Pura Property Office oleh Senlih Yoana

Angkasa Pura Property adalah salah satu anak perusahaan dari angkasa pura 1, yaitu BUMN yang fokus di bidang penerbangan atau aeronautika yang cakupan wilayahnya di Indonesia Tengah sampai Timur, lingkup bisnisnya yang pertama adalah pengembang properti untuk wilayah Bandara, kedua, manajemen properti dan utilitas, ketiga, jasa konstruksi untuk pembuatan fasilitas di Bandara. Sebagai perusahaan milik negara, Angkasa Pura Property perlu menampilkan identitasnya, salah satunya adalah dengan penggunaan elemen dekoratif yang menunjukkan lokalitas. Desain kantor menggunakan beberapa elemen lokal seperti motif dan aksara yang digunakan di Indonesia Tengah sampai Timur yang memiliki nilai yang sama dengan nilai perusahaan, yaitu AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif). Selain identitas, kenyamanan pekerja juga menjadi penting dalam kantor, salah satu yang menjadi keunggulan bekerja di kantor dibandingkan di rumah adalah adanya interaksi sosial dengan sesama pekerja. Desain kantor menyediakan berbagai area sosial yang disesuaikan dengan bentuk interaksi sosial di kantor sebelumnya dengan berbagai perbaikan dari aspek ergonomi untuk meningkatkan kolaborasi dan kenyamanan pekerja dalam kantor. Konsep citra yang digunakan adalah eksotis, dengan tema modern meets tropical, sesuai dengan cakupan lokasi yang dikuasai oleh perusahaan sebagai strategi yang dilakukan untuk pencapaian perwujudan identitas perusahaan.

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

21 DEC 2021

Fajar Paper Office oleh Karen Audrey

PT Fajar Surya Wisesa Tbk (Fajar Paper) adalah salah satu produsen kertas kemasan terkemuka di Indonesia yang menerapkan rencana keberlanjutan di dalam proses produksinya. Setiap produk yang dihasilkan berasal dari 100% kertas daur ulang dan semua kebutuhan energi untuk mesin produksi dipenuhi secara mandiri melalui pembangkit listrik yang memanfaatkan pembakaran uap proses produksi. Perusahaan juga mempunyai tanggung jawab sosial yang berfokus pada 4 bidang utama yaitu tanggung jawab atas lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, kualitas produk dan kepuasan pelanggan serta pengembangan masyarakat. Tanggung jawab ini menunjukkan bahwa perusahaan memperhatikan keterikatan antara manusia dengan alam dan hubungan sosialnya. Perhatian khusus yang dimiliki perusahaan terhadap kelestarian dan keberlanjutan lingkungan sekitar menjadi dasar diangkatnya tema “Expanding Harmonious & Innovative of Sustainability”. Tema ini bertujuan memperluas rencana keberlanjutan tidak hanya pada aktivitas perusahaan tetapi juga pada suasana ruang kerjanya dengan tetap memperhatikan keharmonisan antara alam, manusia dan hubungan sosialnya. Untuk dapat mendukung tema ini maka dibuatlah konsep citra ruang yang tidy, repetitive, straight movement & open to nature. Konsep citra ini menggambarkan keharmonisan antara manusia dengan alam yang ditunjukkan melalui penggunaan material dengan konten 3R, material dengan warna dan tekstur alam, penempatan beberapa tumbuhan hijau serta keterbukaan view disekeliling area kerja. Keterbukaan view juga memungkinkan cahaya alami masuk dan memenuhi kebutuhan cahaya di area kerja serta menghemat penggunaan energi lampu buatan. Sedangkan hubungan manusia dengan diri pribadi dan sosialnya ditunjukkan melalui meja cubical yang menggambarkan kedekatan antar karyawan, tempat penyimpanan individu di workstation dan ketersediaan area atau ruangan untuk aktivitas kerja sendiri maupun bersama salah satunya ruang rapat. Penempatan setiap ruang juga didasarkan pada struktur organisasi perusahaan sehingga tingkat kedudukan karyawan dan hubungan kerjanya dapat berjalan dengan baik. Contohnya ruang manajer yang ditempatkan berdekatan dengan area kerja divisi yang dibawahi sehingga manajer dapat mengawasi aktivitas kerja karyawannya. Tidak hanya itu, keamanan dan kerahasiaan perusahaan juga diutamakan melalui pengelempokkan area publik sehingga jangkauan akses tamu luar dibatasi hanya di area ini. Pada setiap ruangan atau area, identitas dari perusahaan berusaha ditampilkan baik dari penggunaan material, bentuk, warna dll. Hal ini bertujuan untuk mengingatkan karyawan ataupun pengunjung terkait visi, misi, tujuan dan aktivitas perusahaan.

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

21 DEC 2021

QLUE Office oleh Imelda Laurentsia

Qlue merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kemajuan teknologi, terutama dalam cabang kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IOT). Dari wawancara dan pengamatan yang dilakukan secara online, terdapat beberapa kata kunci yang menggambarkan perusahaan ini, yaitu; kekeluargaan, teknologi, komunikasi dan relasi. Berdasarkan kata kunci tersebut, ditetapkan layout yang berfokus pada penerapan open office untuk mewujudkan kantor dengan nilai kekeluargaan, komunikasi, dan relasi yang baik. Konsep utama dari perancangan kantor Qlue ini adalah smart office yang berdasar pada identitas perusahaan dan menggambarkan produk unggulan dari Qlue. Dalam mewujudkan konsep ini, terdapat beberapa konsep pendukung yang meliputi konsep citra, bentuk, warna, material, pencahayaan, dan penghawaan. Konsep citra yang diangkat adalah modern & fun, modern menggambarkan Qlue sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern yang ada saat ini dan terus berkembang hingga masa mendatang. Fun menggambarkan citra dan karakteristik dari para pekerja Qlue yang kekeluargaan dan hangat. Konsep bentuk yang diusung adalah melingkar tanpa sudut, diambil dari sifat pekerja Qlue yang saling merangkul satu dengan lainnya. Konsep material menekankan pada penggunaan material sustainable untuk menjaga keseimbangan dan sebagai bentuk pertanggung jawaban desainer terhadap upaya menjaga keberlangsungan alam dan didampingi dengan konsep material yang semi translucent untuk menunjukkan keterbukaan dan kecanggihan teknologi modern. Konsep pencahayaan mengangkat tema minimalis produktif, di mana kantor akan memanfaatkan cahaya alami secara maksimal melalui bukaan pada jendela guna mengaktifkan siklus sirkardian pada ruang kantor demi meningkatkan produktivitas dari para pekerja. Konsep warna yang diangkat adalah identity supremacy di mana biru menjadi warna dominan kemudian di imbangi oleh warna abu-abu dan efek metalik sebagai aksen. Konsep penghawaan yang diambil adalah suhu bumi (24 OC) yang cocok untuk meningkatkan produktivitas dalam bekerja. Seluruh konsep diterapkan dengan cara berbeda dan saling berkaitan antar satu area dengan area lainnya yang ada pada kantor, sehingga terbentuk satu perancangan kantor yang utuh. Konsep tersebut juga diterapkan pada furnitur kantor yang meliputi meja rapat, workstation, meja resepsionis, dan furnitur lainnya. Pada furniture digunakan system modular untuk kemudahan transportasi, instalasi, dan efektivitas penggunaan bahan demi menjawab tantangan green design pada furnitur.

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

21 DEC 2021

INDOMARCO OFFICE oleh Gary Delfino Yap

Indomarco merupakan anak perusahaan dari grup Indofood, memiliki tanggung jawab sebagai penghubung antara produk-produk Indofood dengan penikmatnya yang tersebar di Indonesia, sedangkan anak perusahaan lainnya, yaitu Indofood CBP, IndoAgri, dan Bogasari bertanggung jawab untuk memproduksi produk makanannya. Tujuan utama dari grup Indofood, untuk membangun anak perusahaan ini adalah, menjadi grup perusahaan TOTAL FOOD SOLUTION, sebuah siklus produksi, di mana grup Indofood secara mandiri menanam bahan baku makanannya, mendistribusi, hingga tahap akhirnya mengolah sampah limbah pengguna produk Indofood, menunjukkan kepedulian grup Indofood terhadap lingkungan alam. Grup Indofood pun berinisiatif untuk mengadakan program GREEN OFFICE yang ditujukan untuk menciptakan lingkungan kerja beserta karyawannya untuk memiliki kebiasaan praktik ramah lingkungan, serta didukung juga oleh program 3K yaitu untuk memberikan lingkungan kerja yang sehat dan aman bagi karyawannya. Tagline Indomarco “MENJADI ASET NASIONAL DALAM BENTUK JARINGAN RITEL WARALABA YANG UNGGUL DALAM PERSAINGAN GLOBAL", menunjukkan fokus pada divisi distribusi adalah menyalurkan, merangkul, dan menghubungkan para pecinta produk Indofood ke setiap seluk beluk Indonesia dan juga hingga mancanegara. Tanpa adanya Indomarco ini produk dari Indofood CBP tidak dapat sampai hingga ke tangan konsumen. Berdasarkan analisa kantor existing, disimpulkan bahwa belum terceritakan pada perancangan kantor bahwa kantor existing merupakan kantor Indomarco, sebuah divisi distribusi yang bertugas untuk menghubungkan produk Indofood ke setiap konsumen yang tersebar di Indonesia, program GREEN OFFICE yang diinisiasi oleh grup Indofood pun belum terlihat, serta tujuan grup Indofood sebagai perusahaan TOTAL FOOD SOLUTION belum tergambarkan pada kantor existing, melainkan hanya terlihat seperti kantor yang bisa digunakan oleh perusahaan apa pun. Studi makro dan mikro pada lokasi perancangan, bangunan JB Tower yang berada di ring satu Jakarta Pusat, berada di lingkungan central business district, menjadi sesuai sebagai penempatan kantor perusahaan besar seperti Indomarco, bukan hanya sebagai penempatan fisik, namun memosisikan image perusahaan yang memiliki tujuan bukan hanya berkembang secara nasional tapi juga mancanegara. JB Tower didesain untuk dan telah memperoleh sertifikasi platinum oleh GBCI, menunjukkan aspek keberlanjutan akan menjadi perhatian khusus pada konsep perancangan, selaras dengan program GREEN OFFICE yang diinisiasi oleh grup Indofood. Dari data yang sudah diperoleh, Indomarco sebagai divisi distribusi yang berfungsi untuk menghubung konsumen dari berbagai budaya di Indonesia, serta visi grup perusahaan Indofood untuk menciptakan siklus “TOTAL FOOD SOLUTION”, keberlanjutan dalam proses produksi, dimulai dari penanaman bahan baku hingga pengolahan sampah limbah plastik pengguna, serta aspek keberlanjutan dari data JB Tower yang memperoleh sertifikasi platinum GBCI, mencetuskan konsep citra KONTINUITAS. Kontinuitas yang melambangkan tidak terputusnya antara produsen dan konsumen, tidak terputusnya antara budaya yang tersebar di seluruh Indonesia, tidak terputusnya dalam siklus produksi (TOTAL FOOD SOLUTION), dan tidak terputusnya dalam aspek keberlanjutan. Menghadirkan suasana kantor yang mengalir dan terhubung satu sama lainnya, melalui bentuk bentuk yang tidak memiliki sudut, memberikan persepsi ruang yang tidak memiliki akhir, layaknya seorang penjelajah yang sedang mencari ujung dunia. Dipadukan dengan narasi Pak Sudono Salim, menceritakan latar belakang perusahaan, yang jarang di dengar oleh masyarakat Indonesia, serta stilasi budaya 5 pulau besar Indonesia (Jawa, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, dan Papua) ke dalam elemen desain perancangan kantor. Melalui konsep ini menjadi solusi dari permasalahan kantor existing Indomarco yang tidak menampilkan identitas perusahaan dalam perancangan ruang kantor, kebutuhan fasilitas kerja lainnya yang belum terpenuhi, dan aspek keberlanjutan yang belum tergambarkan.

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

21 DEC 2021

Perancangan Kantor Mayora pada JB Tower

PT. Mayora Indah Tbk. (Perseroan) merupakan perusahaan industri pangan yang mengincar target market Asean dan merupakan salah satu produsen makanan berkualitas tinggi. Cara bekerja karyawan Mayora adalah kasual namun profesional, dimana sistem bekerja secara kelompok (yang terdiri dari 5-10 orang dengan satu ketua pada masing-masing tim) sangat menjunjung tinggi kekeluargaan dalam pekerjaan. Dengan ini muncul permasalahan di mana area workstation harus didesain sehingga para karyawan bisa melakukan pekerjaan secara tim dengan mudah. Kantor juga harus menyediakan ruang meeting/ruang brainstorming yang bisa digunakan sehari-hari. Selain itu tentunya karena para karyawan bekerja dari pagi hingga malam, sehingga secara aspek ergonomi seperti contohnya antropometri, pencahayaan, penghawaan, harus diperhatikan dengan baik agar karyawan tidak mudah lelah yang dapat menghilangkan fokus pekerja. Konsep yang akan digunakan adalah menciptakan ruang kerja casual yang terbuka untuk mencerminkan kekeluargaan sehingga meningkatkan keakraban dan kebersamaan antar pekerja serta menciptakan ruang modern yang menerapkan ruang secara fungsional serta menggunakan garis dan bentuk sederhana simetris Selain itu juga menggunakan konsep perancangan dengan pendekatan green design yang diterapkan pada material, sistem (pencahayaan/penghawaan) dan konstruksi. Untuk merepresentasikan konsep casual, bentuk yang digunakan di dalam ruang adalah merupakan garis garis lurus simetris dengan bagian ujung yang melengkung untuk mengurangi kesan formal pada semua aspek yang ada. Modern direpresentasikan melalui bentuk-bentuk simple dan simetris yang dapat dilihat pada area ceiling, acoustic wall panel, dan juga furnituer. Bentuk workstation yang saling berhadapan membuat pekerja dapat berinteraksi dan bekerja secara tim dengan murah dan juga hal ini meningkatkan keakraban antar pekerja. Partisi banyak menggunakan kaca untuk memberikan kesan terbuka dan juga merepresentasikan modern. Selain itu pada setiap ruang kerja juga memiliki area kolaborasinya tersendiri yang merupakan keperluan sekaligus konsep desain yang mengedepankan kekeluargaan dan cara bekerja yang lebih casual. Warna yang digunakan adalah merah untuk merepresentasikan perusahaan lalu dikombinasikan dengan warna natural putih, coklat dan abu-abu mudah untuk menetralkan warna merah. Desain juga telah mencoba untuk menjawab rumusan masalah, yaitu merancang workstation dan meja resepsionis yang menyediakan area kerja dan area penyimpanan yang cukup agar karyawan tidak kesempitan dan terganggu dengan peralatan kerja yang berantakan. Tidak lupa peralatan yang digunakan di atas meja workstation juga ergonomis agar tangan dan mata karyawan tidak mudah lelah, menggunakan pencahayaan alami semaksimal mungkin pada seluruh ruangan, dan mengkombinasikannya dengan pencahayaan artifisial merata yang disertai dengan sistem sensor pada setiap lampunya sehingga dapat mendeteksi kebutuhan pencahayaan artifisial pada setiap ruangnya, menggunakan fasilitas anti glare pada ruangan agar tidak mengganggu pekerja dalam bekerja, menggunakan penghawaan buatan yang dilengkapi dengan tools seperti CO2 detector untuk meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan. Yang terakhir, untuk menerapkan green design di dalam ruangan, maka telah dilakukan beberapa cara yaitu memperhatikan orientasi bangunan untuk memaksimalkan pencahayaan alami, menganalisis pencahayaan alami menggunakan dialux untuk memenuhi kebutuhan pencahayaan di dalam ruangan, menggunakan tools untuk meningkatkan kualitas udara, menerapkan shading seperti kaca film, lapisan anti glare pada komputer, dan roller blind, serta menggunakan material yang selama proses produksi hingga perawatan ramah lingkungan.

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

06 DEC 2021

Upaya Pengembangan Memori Kolektif Kebudayaan Lokal dalam Perancangan Omah Wayang Klaten oleh Arvella Emmanuel Vincent

Kebudayaan seni tradisional merupakan sebuah aspek produk ke masyarakatan yang bergantung pada memori kolektif dan interaksi dalam masyarakat dalam upaya mempertahankan eksistensinya. Sangat disayangkan, Globalisasi dengan perkembangan teknologi yang sangat progresif mempersempit peluang kebudayaan tradisional yang cenderung statis untuk menjadi bagian dari keseharian masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Terdapat beberapa upaya untuk melestarikan seni tradisional, salah satunya dengan kehadiran sanggar budaya. Memori akan sebuah lingkungan yang peduli terhadap eksistensi kebudayaan seni tradisional dapat menjadi afirmasi di masa depan dan membentuk pola pikir yang kebudayaan tradisional pola piker masyarakat yang menghargai dan menjunjung tinggi kebudayaan bangsa. Sanggar kebudayaan merupakan salah satu wadah untuk bibit memori-memori tersebut dating terbentuk. Omah Wayang Klaten merupakan salah satu sanggar kebudayaan non-profit, yang terletak di antara dua kota budaya, yakni Jogja dan Solo. Didirikan oleh keluarga pencipta wayang warta (wayang Kristen), Alm. R SoemijantoTiknodarsono, sanggar ini memiliki visi untuk terus melestarikan kebudayaan tradisional walaupun dalam kesederhanaan. Sanggar dikelola oleh keluarga sehingga aktivitas sanggar harus terintegrasi dengan aktivitas rumah tinggal. Proyek ini mencoba memaksimalkan potensi arsitektural dan geografis Omah Wayang Klaten dengan mengimplementasikan konsep mixed used planning. Integrasi aktivitas dwelling, retail dan edukasi merupakan strategi utama dalam menciptakan pengelompokkan ruang yang efisien serta membantu memberikan privasi bagi keluarga Omah Wayang. Guna menciptakan memori kolektif akan lingkungan yang melestarikan seni tradisional bagi masyarakat sekitar, bangunan di rancang sebagai ruang publik. Konsep community engagement diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan sitgma eksklusifitas dan menciptakan facade bangunan yang terbuka untuk menjangkau masyarakat sekitar. Selain dari itu, gaya perancangan arsitektur modern juga diaplikasikan sebagai strategi untuk menciptakan relevansi terhadap era globalisasi ini guna menciptakan lingkungan yang dapat menjadi konteks memori kolektif untuk terus menunjang pelestarian kebudayaan tradisional.

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

30 NOV 2021

Boemi Ngariung oleh Jessica Josephine Pramono

Boemi Ngariung: Perancangan Fasilitas Bagi Komunitas Orang dengan HIV/AIDS di Pantura, Subang Sejak tahun 1999 – 2019, Orang dengan HIV / AIDS di daerah Subang memegang peringkat tertinggi presentase persebaran HIV se Jawa Barat. Zona merah persebaran virus HIV adalah Jalan Enem di Pantura, Subang. Jalanan ini dikenal oleh masyarakat dengan konotasi negatif karena di dalamnya terdapat “warung remang-remang” yang menawarkan jasa Wanita Pekerja Seks (WPS). WPS di Warung Remang-remang merupakan kontributor persebaran HIV tertinggi di Subang (1200 orang terpapar). Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Pantura mengalami ketidakadilan sosial yaitu stigma dari masyarakat. Hal ini disebabkan oleh minimnya edukasi yang diterima oleh masyarakat mengenai cara persebaran virus HIV, maka mitos-mitos mulai bersebaran dari mulut ke mulut. Stigma dan diskriminasi yang dialami ODHA di Pantura berdampak pada kehidupan okupasional, mental dan psikososial mereka. Ketidakadilan sosial ini mengarah pada perilaku menyimpang ODHA yang menghindari fasilitas-fasilitas kesehatan karena mereka takut memperoleh stigma dari masyarakat dan kehilangan pekerjaan. Maka dari itu mereka memutuskan untuk bungkam bahkan mengucilkan diri agar terhindar dari stigma dan diskriminasi. Perancangan Boemi Ngariung bertujuan untuk menyediakan fasilitas rehabilitasi mental, psikososial, dan okupasional bagi ODHA di Pantura, Subang. Dengan harapan Boemi Ngariung dapat menjadi ruang berlindung bagi mereka untuk berkomunitas tanpa stigma dan diskriminasi dari masyarakat. Fasilitas yang disediakan antara lain workshop prakarya dari bonggol bambu agar ODHA mendapatkan kestabilan perekonomian, mendorong terjadinya interaksi sosial melalui elemen interior untuk mengatasi permasalahan psikososial dan mental. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode perancangan interior arsitektur dengan pendekatan human ecological design. Dengan mengimplementasikan sistem keberlanjutan seperti material, penghawaan, konstruksi, dsb yang dikaitkan dengan lokalitas dan karakterisitik masyarakat lokal Subang serta elemen-elemen interior dari preseden rumah adat Jolopong yang dapat mendorong terjadinya interaksi sosial antar pengguna ruang.

#UPHImpactsLives

feature_frame
ttl_laptop

Publication

23
JUN 21

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama MRIN-UPH dengan Eijkman terkait Whole Genome Sequencing Virus SARS-COV-2

Mochtar Riady Institute for Nanotechnology-Universitas Pelita Harapan (“MRIN-UPH”) resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (“Eijkman”), lembaga penelitian dibawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Indonesia pada Kamis, 29 April 2021. Kerja sama antara Eijkman dan MRIN-UPH adalah mengenai Whole Genome Sequencing (WGS) virus SARS-COV-2 (virus penyebab Covid 19), dimana MRIN-UPH merupakan lembaga penelitian swasta pertama yang bekerja sama dengan Eijkman dalam penelitian WGS SARS-CoV-2.Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan oleh Prof. dr. Irawan Yusuf, Ph.D., selaku Presiden Yayasan Mochtar Riady Nanotechnology Institute dan Prof. dr. David H. Muljono, Sp.PD., FINASIM, Ph.D., selaku Deputi Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, disaksikan oleh Dr. rer. nat. Ivet Suriapranata, selaku Kepala Divisi Penelitian MRIN-UPH, dan Drh. Safarina G. Malik, M.S., Ph.D., selaku Sekretaris Utama Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.“Kolaborasi antara MRIN-UPH dengan Eijkman adalah sarana yang baik untuk melakukan pertukaran ide dan knowledge transfer. Kedua lembaga memiliki kualitas dan nilai lebih. Eijkman memiliki fasilitas lengkap dan sumber daya manusia yang banyak. Sedangkan MRIN-UPH adalah bagian dari Medical Science Lippo Group, yang tergabung bersama Fakultas Kedokteran UPH dan Rumah Sakit (RS) Siloam yang memiliki jaringan yang luas di Indonesia. Jaringan yang luas ini memungkinkan MRIN-UPH mendapat akses sampel dari berbagai daerah di Indonesia,” jelas Prof. Irawan.Dr. Ivet menambahkan bahwa dengan kerja sama ini, kontribusi MRIN-UPH terkait pemetaan genom SARS-CoV-2 semakin luas. “Sebelumnya MRIN-UPH hanya melakukan partial genome sequencing dari SARS-CoV-2. Bersama Eijkman, kami dapat berkontribusi melakukan WGS yang bermanfaat dalam pemetaan varian virus penyebab COVID-19 yang ada di Indonesia, termasuk mutasi virus tersebut. Untuk kerja sama ini, MRIN-UPH akan memilih sampel-sampel yang memenuhi kriteria seperti profil pasien dan nilai Cycle Threshold (CT) tertentu. Kemudian sampel dikirimkan ke Eijkman untuk dilakukan sequencing. Jika data sudah lengkap maka data ini akan dilaporkan kepada Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) sehingga dapat diakses publik,” tambah Dr. Ivet.Lebih lanjut, Dr. Safarina yang biasa dipanggil Dr. Ina ini menjelaskan, kerja sama WGS SARS-CoV-2 ini akan dibagi menjadi dua tahap. “Dalam tahap pertama, MRIN-UPH akan menyediakan reagen untuk meneliti 100 sampel yang dikerjakan Eijkman. Kemudian data WGS dari 100 sampel ini akan dilaporkan ke GISAID. Dalam tahap kedua, MRIN-UPH akan melakukan pengiriman sampel secara rutin ke Eijkman untuk berpartisipasi dalam pemenuhan target Eijkman dari pemerintah Republik Indonesia, yaitu pengiriman data WGS dari 5,000 sampel ke GISAID di tahun ini,” papar Dr. Ina.Diakui oleh Dr. Ina, kerja sama mengenai penelitian WGS SARS-CoV-2 ini adalah yang pertama dilakukan dan telah menjadi pionir untuk kerja sama serupa antara Eijkman dengan lembaga penelitian lainnya, terutama lembaga riset dari daerah di luar pulau Jawa. Ia berharap kerja sama ini mampu berkontribusi dalam peningkatan kemampuan genome surveillance di Indonesia. Artinya meningkatkan kapasitas nasional agar sigap mengetahui apabila ada anomali kasus dan dapat menangkap varian atau mutasi virus SARS-CoV-2 di Indonesia lebih awal.Lebih lanjut, menurut Prof. dr. Herawati Sudoyo, M.Sc., Ph.D. (Prof. Hera), Deputi Bidang Penelitian Fundamental Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, kerja sama dengan MRIN-UPH juga terbuka pada respon inang (pasien) terhadap patogen penelitian penyakit, selain penelitian patogennya.“Selain meneliti patogennya, bersama MRIN-UPH, kami juga ingin melakukan penelitian terhadap gejala klinis dari pasien. Karena beda pasien maka bisa berbeda juga respon dan dampak penyakit yang dirasakan,” papar Prof. Hera.Melalui peluang kerja sama yang ada, MRIN-UPH berkomitmen untuk siap berkontribusi dalam kemajuan penelitian. Tentu dalam menjalankan kerja sama juga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia yang handal di bidangnya. Untuk itu, bagi kamu yang bercita-cita menjadi peneliti di bidang bioteknologi atau Kesehatan, mari bergabung di Program Studi Kedokteran atau Program Studi Bioteknologi UPH. Pasti bisa kuliah dan capai cita-citamu di UPH! Daftar di sini dan informasi lebih lanjut hubungi 0811-1709-901.

Read More
16
JUN 21

UPH Mengadakan Sentra Vaksin Bagi Publik & Mahasiswa, untuk Mendukung Program “Herd Immunity” Pemerintah

Jakarta, 15 Juni 2021 – Sebagai salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Pelita Harapan (UPH) mendukung program Herd Immunity pemerintah, UPH mengadakan sentra vaksin bagi masyarakat publik dan juga bagi mahasiswa/i UPH. Berlokasi di Pluit Village Lantai 2, Jl. Pluit Indah No 12, Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara; sentra vaksin UPH akan berlangsung pada tanggal 17-26 Juni 2021 (tutup pada hari Minggu 20 Juni 2021). Sentra vaksin ini akan dibuka mulai pukul 09.00 hingga pukul 16.00 wib setiap harinya.Adapun persyaratan bagi penerima vaksin cukup mudah yakniBerusia minimal 18 tahun,Belum pernah menerima vaksin gotong royong sebelumnyaWajib melakukan pendaftaran secara daring terlebih dahulu, danKhusus mahasiswa/i UPH, wajib menunjukkan smartcardUPH menyediakan dua pendaftaran yang ditujukan untuk mengorganisir pendaftaran mahasiswa dan masyarakat umum agar lebih terkendali dan menghindari terjadinya penumpukkan antrian di lokasi sentra vaksin. Masyarakat umum dapat mendaftar melalui bit.ly/sentravaksinuphumum sedangkan mahasiswa/i UPH yang ingin mendapatkan vaksin, dapat mendaftar melalui bit.ly/vaksinasimahasiswauph. Calon penerima vaksin dapat memilih tanggal vaksinasi sesuai ketersediaan yang ada pada formulir pendaftaran, kemudian akan menerima konfirmasi, lalu datang sesuai tanggal vaksinasi yang telah dipilih.Rektor UPH, Dr. (H.C) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc. antusias bahwa program ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. ”UPH melihat bahwa masih diperlukan sentra vaksin bagi masyarakat umum terutama untuk masyarakat produktif pemegang KTP luar Jabodetabek, yang bekerja di area Jabodetabek. Ini tentunya memerlukan partisipasi dari setiap institusi, selain inisiasi pemerintah. Kepedulian UPH membantu program pemerintah tentunya harus diwujudnyatakan dan kami bersyukur karena dengan terbukanya sentra vaksin UPH, maka makin banyak orang yang dapat dilayani,”Lebih lanjut, Stephanie Riady, B.A., M.Ed., selaku Direktur Eksekutif Yayasan Pendidikan Pelita Harapan menyatakan “UPH memiliki tema Impact Lives artinya memberi dampak positif, sehingga kegiatan ini merupakan bukti bahwa UPH sangat memprioritaskan kesehatan dan keselamatan semua yang terlibat dalam program pendidikan di masa pandemi, termasuk masyarakat umum. Sebagai institusi pendidikan, UPH siap sedia membantu Gerakan Nasional Vaksinasi COVID-19 untuk mempercepat program kekebalan kelompok/herd immunity 1 tahun dari pemerintah,”Sentra Vaksin UPH dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat termasuk penyemprotan disinfektan di lokasi sentra vaksin UPH.

Read More
23
APR 21

Bioteknologi UPH Temukan Bakteri Penghilang Warna Limbah Tekstil

Kepala Program Studi (Kaprodi) Bioteknologi Universitas Pelita Harapan (UPH), Dr. Reinhard Pinontoan bersama dengan tim, melakukan penelitian terhadap adanya bakteri yang mampu mendekolorisasi warna biru metilen. Kegiatan penelitian yang dilakukan pada Maret 2020 lalu ini memiliki tujuan untuk mengisolasi potensi bakteri penghilang warna biru metilen dari air Sungai Progo yang terkontaminasi limbah.Hal ini didasari atas kepedulian Dr. Reinhard terhadap fenomena pencemaran air akibat limbah industri tekstil yang masih menjadi masalah lingkungan di Indonesia. Padahal, air dari sungai tersebut menjadi sumber air bagi masyarakat sekitar. Dr. Reinhard mendasarkan penelitiannya dengan mengambil sampel di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang memiliki beberapa pabrik tekstil di sekitar sungai Kulon Progo. Salah satu zat pewarna yang umum digunakan oleh industri tekstil tersebut yaitu biru metilen, diduga mencemari dan menurunkan kualitas air sungai.“Kita ambil sampel dari Sungai Progo untuk kemudian kita teliti dan kita ambil bakterinya, kemudian bakteri tersebut diisolasi. Karena menggunakan prinsip penelitian bioremidiasi, kita memanfaatkan mikroba yang sudah ada di lingkungan tersebut untuk diidentifikasi apakah mikroba tersebut punya kemampuan untuk mendekolorisasi warna tertentu, yang tadinya terkontaminasi, bisa menjadi bening kembali. Dalam penelitian ini kita khusus meneliti warna biru metilen,” ujar Dr. Reinhard.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri yang diisolasi teridentifikasi sebagai Comamonas aquatica dan Ralstonia mannitolilytica. C. aquaticaPMB-1 dan R. mannitolilytica PMB-2 mampu mendekolorisasi warna biru metilen dengan persentase dekolorisasi 67,9% dan 60,3%. Bakteri tersebut masing-masing diinkubasi selama 96 jam pada suhu 37 ° C.“Kami berharap dengan menghilangkan warna biru metilen yang ada pada air sungai, racun yang terkandung di dalam air yang terkontaminasi juga turut hilang. Sehingga kita bisa mendapatkan sumber air mineral yang layak dikonsumsi untuk kegiatan sehari-hari,” tutur Dr. Reinhard.Selain menghasilkan produk-produk makanan dan meneliti zat-zat yang ada di dalamnya, Program Studi (Prodi) Bioteknologi UPH juga senantiasa melakukan penelitian yang memiliki dampak positif terhadap lingkungan. Mahasiswa Bioteknologi UPH akan dibekali dengan teori ilmiah yang kuat dan penerapan teknologi praktis, sehingga para lulusannya dapat menghasilkan berbagai ide dan produk inovatif dalam berbagai sektor termasuk kesehatan, lingkungan, dan industri.Segera daftarkan dirimu pada Prodi Bioteknologi UPH dengan memanfaatkan Beasiswa 100 Miliar di sini. Informasi lebih lanjut hubungi Student Consultant UPH di 0811-1709-901.

Read More
21
APR 21

Terus Berprestasi! Mahasiswa FH UPH Juara Pertama National Business Law Community Summit 2021

Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Pelita Harapan (UPH) kembali berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Mahasiswa Angkatan 2018: Alvin Nathanael, Nitta Kandiah, dan Fenyo Ezra Tania, meraih Juara Pertama dalam “Paper Presentation Competition” pada National Business Law Community (NBLC) Summit 2021. Ini adalah pertama kalinya mahasiswa FH UPH ikut di kompetisi tersebut dan mampu menunjukkan kualitasnya dengan langsung merebut tempat pertama!National Business Law Community Summit 2021 adalah kompetisi yang diadakan oleh Universitas Atma Jaya pada 20-21 Februari 2021. Kompetisi ini bertemakan ‘Upaya Hukum Sektor Perbankan Guna Menanggulangi Kasus Non-Performing Loan pada Masa Pandemi Covid-19’ dan diikuti 10 universitas, baik universitas negeri atau swasta, dari seluruh Indonesia.Bagi Alvin dan tim, mengikuti kompetisi ini menjadi cara untuk mendorong diri agar tetap produktif dan selalu mengasah kemampuan, serta mengaplikasikan ilmu yang sudah mereka dapat di FH UPH.“Kompetisi menjadi tempat kami mengasah kemampuan analisis dan menerapkan mata kuliah yang sudah kami dapatkan di FH UPH. Misalnya Pendidikan Latihan Kemahiran Hukum 1 (PLKH 1), kami belajar untuk menganalisa permasalahan yang ada dan memberikan solusi hukum terhadap permasalahan tersebut. Selain itu, Hukum Perbankan yang sangat relevan dengan tema kompetisi ini, yaitu mengenai sektor perbankan dalam menanggulangi kasus non-performing loan,” jelas Alvin sebagai ketua tim.Mengikuti kompetisi juga menjadi kesempatan emas dalam menantang diri keluar dari zona nyaman guna meningkatkan kualitas diri, seperti yang dirasakan Nitta. Salah satu tantangan yang berkesan adalah ketika melakukan riset dengan wawancara online bersama para praktisi perbankan guna mendapatkan sudut pandang mereka.Lebih lanjut bagi Fenyo, prestasi ini tentu dapat diraih berkat kerja sama yang baik dan bimbingan dari dosen pembimbing FH UPH; Jerry Shalmont, S.H., M.H. dan Grace Iskandar Darmawan, S.H., M.H.  “Kami bekerja sama dengan baik dalam setiap persiapan. Mulai dari riset, menyusun paper, konsultasi dengan dosen kami, ibu Jerry dan ibu Grace. Bahkan satu minggu sebelum kompetisi dilangsungkan, kami mendapatkan bimbingan intensif terkait presentasi dan tanya jawab. Pertanyaan yang diberikan oleh dosen pembimbing saat latihan tanya jawab, ternyata juga menjadi pertanyaan juri saat kompetisi. Menurut kami, ini adalah salah satu faktor utama kemenangan kami,” cerita Fenyo.Atas pencapaian ini, Jerry Shalmont menyatakan kebanggaannya pada kerja keras yang sudah dilakukan ketiga mahasiswa ini. Ia berharap para mahasiswa FH UPH aktif berkompetisi, karena selain menjadi tempat mengasah kemampuan, mahasiswa juga dapat merasakan manfaat jangka panjang lainnya.“Mayoritas perusahaan mencari lulusan yang selain memiliki Indeks Prestasi (IP) yang bagus juga memiliki pengalaman berkompetisi sebagai nilai tambah. Ini manfaat jangka panjang yang dapat diraih para mahasiswa,” tambah Jerry.Untuk itu dengan prestasi ini, Alvin, Nitta, dan Fenyo berharap dapat memotivasi teman-teman lainnya agar mau ikut berbagai kompetisi guna melatih hard skills dan soft skills. Terlebih dari sisi fakultas, FH UPH sangat mendukung dan memberi kesempatan luas bagi para mahasiswanya berkompetisi.Untuk kamu siswa/i kelas 12 yang bercita-cita memiliki profesi di bidang hukum, FH UPH akan memperlengkapi kamu dengan pengetahuan dan keterampilan hukum yang relevan dengan kebutuhan baik di skala nasional maupun global. Mari bergabung di UPH dengan memanfaatkan Beasiswa 100 Miliar dan daftar di sini. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Student Consultant UPH 0811-1709-901

Read More
20
APR 21

Juara 1 Menyanyi Pop, Otniel Sukses Banggakan UPH di Peksiminas Kemendikbud 2020

Otniel Karisma Parmadean, mahasiswa Conservatory of Music (CoM) Universitas Pelita Harapan (UPH) berhasil mengukir prestasi membanggakan pada kompetisi Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) November 2020 lalu. Pada kompetisi seni yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) tersebut, Otniel sukses mencatatkan prestasi Juara I Lomba Menyanyi Pop Putra, tingkat Nasional.Otniel mengalahkan para perwakilan universitas ternama lainnya dari seluruh Indonesia dengan membawakan lagu “Monokrom” dari Tulus. Atas pencapaian prestasi tersebut, Otniel mengaku sangat gembira karena perjuangannya pada kompetisi Peksiminas 2020 berbuah maksimal.“Rasanya seperti bermimpi, karena saya merasa masih banyak sekali yang perlu saya tingkatkan. Prestasi ini menjadi penyemangat untuk lebih gigih dalam mengasah bakat, selain sebagai bentuk penghargaan dari Tuhan atas kerja keras saya,” ucap Otniel.Otniel merasa ada dua hal keunikan dalam dirinya yang menjadi faktor kemenangan yaitu karisma dan penjiwaan saat melantunkan lagu pilihannya. Ia merasa beruntung karena mendapatkan materi tersebut di perkuliahan.“Aku beruntung karena aku kuliah di CoM UPH, jadi aku memiliki cukup bekal dibidang musik. Aku menerapkan mata kuliah Teori Musik dan Solfeggio. Solfeggio merupakan latihan kemampuan pendengaran pada musik, baik ketepatan ritmik atau ketepatan nada,” tutur Otniel.Menanggapi prestasi yang diraih Otniel, Indrawan Tjhin, S. Kom., B.Mus., MM., E.M.B.A selaku Dekan CoM UPH menyatakan rasa bangganya. Ia berharap semangat Otniel dalam meraih prestasi ini dapat ditiru oleh mahasiswa-mahasiswa lainnya.“Saya turut bangga atas prestasi Otniel. Tentu ini merupakan sikap yang saya harap dapat menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya untuk lebih semangat belajar, berkarya dan berprestasi,” ungkap Indrawan.Di CoM UPH, para mahasiswa terus didorong untuk mengikuti berbagai kompetisi untuk meningkatkan kemampuan bermusik, termasuk melalui praktik langsung seperti tampil di panggung konser atau recital. CoM UPH juga senantiasa melibatkan mahasiswa dalam proyek-proyek kreatif contohnya kolaborasi dengan musisi-musisi profesional antara lain Tohpati, Barry Likumahuwa, Oele Patisellano, Nesia Ardi dan Dira Sugandi, musisi kenamaan yang juga merupakan alumni UPH.Ingin asah potensi musik kamu? Segera bergabung di CoM UPH! Peluang ‘Beasiswa 100 Miliar’ masih terbuka luas. Informasi lebih lanjut, hubungi 0811-1709-901 (Student Consultant) atau daftar langsung di sini.

Read More
05
APR 21

Delegasi Hubungan Internasional UPH Raih Penghargaan Utama ‘Best Delegation’ di SUNMUN 2020

Selamat kepada mahasiswa Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) Universitas Pelita Harapan (UPH) angkatan 2018 dan 2019, yang berhasil meraih penghargaan utama ‘Best Delegation’ di Southeastern United Nexus Model United Nations (SUNMUN) 2020. Penghargaan ini diraih atas keberhasilan para delegasi yang mendapatkan penghargaan terbanyak di kategori yang ada di SUNMUN, yaitu pada kategori United Nations Human Rights Council (UNHRC) dan United Nations Commission on Narcotic Drugs (UNCND), dua komite di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang disimulasikan dalam SUNMUN 2020.SUNMUN 2020 berlangsung pada 19-20 Desember 2020, dengan tema “Igniting Change: Enhancing Protection in an Increasingly Connected World”, dengan total peserta sekitar 150 orang dari berbagai negara, khususnya India, Indonesia, dan Filipina. SUNMUN sendiri adalah konferensi simulasi sidang PBB perdana, berbasis amal yang diadakan untuk membantu masyarakat di masa pandemi COVID-19. Seluruh dana yang didapatkan, kemudian didonasikan kepada National Children’s Hospital di Filipina.Berikut adalah tim delegasi mahasiswa HI UPH yang berpartisipasi dalam SUNMUN 2020:Arlen Kevino Hart, 2019 – (Best Delegate UNHRC)Jenny Sari Winata, 2019 – (Most Outstanding UNHRC)Felica Sharon, 2019 – (Best Position Paper dan Verbal Commendation UNHRC)Stefan Christian Gultom, 2019 – (Most Outstanding UNCND)Edward Soewanto, 2019 – (Best Position Paper UNCND)Angela Filipus, 2019 – (Honourable Mention UNCND)Stefani Sanjaya, 2018Yoga Yules, 2019Arlen Kevino Hart, salah satu delegasi mahasiswa HI UPH di SUNMUN 2020 menyatakan,  “Dengan ikut kompetisi ini, kami berhadapan langsung dengan isu-isu internasional, mempraktikkan cara melakukan riset, speech¸ dan berdiplomasi yang baik, sesuai dengan apa yang sudah kami dapat di kelas saat kuliah. Selain itu, bergabung dalam komunitas dan berpartisipasi di kompetisi, pastinya semakin memperluas wawasan dan mengenal latar belakang beragam negara.”Lebih lanjut, Angela Filipus, yang merupakan Ketua delegasi, merasa bahwa partisipasi dalam kompetisi adalah cara tepat mengasah kemampuan berdiplomasi dan negosiasi yang sangat diperlukan sebagai mahasiswa HI. Terlebih melalui kompetisi internasional ini, diakui Angela semakin menambah koneksinya hingga skala internasional.Berpartisipasi dalam kompetisi juga diyakini mereka sebagai cara tepat dalam menerapkan ilmu dan kemampuan yang sudah diperoleh dari beragam mata kuliah di UPH. “Ikut dalam kompetisi Model United Nations (MUN) sangat berguna untuk mengimplementasikan pelajaran yang kami dapat dari berbagai mata kuliah. Contoh mata kuliah yang relevan seperti Hukum Internasional, Politik Internasional, Ekonomi Internasional, Conflict Resolution, dan lainnya. Mata kuliah ini yang menjadi fondasi kami dalam berdiplomasi, menyusun resolusi dan argumen saat berpidato sesuai kaidah hukum internasional yang berlaku,” pungkas Felica Sharon yang juga tergabung dalam delegasi HI UPH.Meresponi prestasi ini, Floranesia Lantang, S.H.Int., MNatSecPol., Ketua Prodi HI UPH menyatakan kebanggaannya. “Kami bangga dengan prestasi mahasiswa kami. Prestasi pada SUNMUN menambah daftar prestasi prodi dalam ranah Internasional. Sejak 2017, sudah tercatat 70 prestasi dalam kompetisi MUN. Kami mendukung mahasiswa kami untuk aktif, karena partisipasi dalam kompetisi akan semakin melatih mereka untuk mempraktikkan teori atau konsep yang mereka dapat di kelas.”Para delegasi juga berpesan kepada para junior ataupun calon mahasiswa HI UPH agar aktif berpartisipasi mengikuti beragam kompetisi guna mengimplementasikan mata kuliah secara nyata, sedari awal masa perkuliahan.Jadi untuk kamu siswa/i kelas 12 yang memiliki mimpi untuk berprestasi di bidang hubungan internasional, HI UPH pilihan tepat untuk kamu! HI UPH akan membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keahlian praktis di bidang perdagangan internasional, budaya, studi ASEAN, dan korporasi serta keamanan internasional. Manfaatkan peluang Beasiswa 100 Miliar, daftar di sini atau informasi lebih lanjut hubungi 0811-1709-901.

Read More