float_enroll
float_enroll

How to Win

Maximize your winnings in Content Hub with these fun activities.

htw1
htw2
htw2
htw3
htw4
htw5
htw6
htw7
htw8

How far can you go?

test1
test2
boy_with_question

How far you can go?

boy_with_question
test1
test2

RELEASE YOUR STRESSSSS!

girl_with_dance
game_controller
game1
game2

Contributor Canal

Graphics / Gallery

Art & Design

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

06 DEC 2021

Upaya Pengembangan Memori Kolektif Kebudayaan Lokal dalam Perancangan Omah Wayang Klaten oleh Arvella Emmanuel Vincent

Kebudayaan seni tradisional merupakan sebuah aspek produk ke masyarakatan yang bergantung pada memori kolektif dan interaksi dalam masyarakat dalam upaya mempertahankan eksistensinya. Sangat disayangkan, Globalisasi dengan perkembangan teknologi yang sangat progresif mempersempit peluang kebudayaan tradisional yang cenderung statis untuk menjadi bagian dari keseharian masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Terdapat beberapa upaya untuk melestarikan seni tradisional, salah satunya dengan kehadiran sanggar budaya. Memori akan sebuah lingkungan yang peduli terhadap eksistensi kebudayaan seni tradisional dapat menjadi afirmasi di masa depan dan membentuk pola pikir yang kebudayaan tradisional pola piker masyarakat yang menghargai dan menjunjung tinggi kebudayaan bangsa. Sanggar kebudayaan merupakan salah satu wadah untuk bibit memori-memori tersebut dating terbentuk. Omah Wayang Klaten merupakan salah satu sanggar kebudayaan non-profit, yang terletak di antara dua kota budaya, yakni Jogja dan Solo. Didirikan oleh keluarga pencipta wayang warta (wayang Kristen), Alm. R SoemijantoTiknodarsono, sanggar ini memiliki visi untuk terus melestarikan kebudayaan tradisional walaupun dalam kesederhanaan. Sanggar dikelola oleh keluarga sehingga aktivitas sanggar harus terintegrasi dengan aktivitas rumah tinggal. Proyek ini mencoba memaksimalkan potensi arsitektural dan geografis Omah Wayang Klaten dengan mengimplementasikan konsep mixed used planning. Integrasi aktivitas dwelling, retail dan edukasi merupakan strategi utama dalam menciptakan pengelompokkan ruang yang efisien serta membantu memberikan privasi bagi keluarga Omah Wayang. Guna menciptakan memori kolektif akan lingkungan yang melestarikan seni tradisional bagi masyarakat sekitar, bangunan di rancang sebagai ruang publik. Konsep community engagement diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan sitgma eksklusifitas dan menciptakan facade bangunan yang terbuka untuk menjangkau masyarakat sekitar. Selain dari itu, gaya perancangan arsitektur modern juga diaplikasikan sebagai strategi untuk menciptakan relevansi terhadap era globalisasi ini guna menciptakan lingkungan yang dapat menjadi konteks memori kolektif untuk terus menunjang pelestarian kebudayaan tradisional.

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

30 NOV 2021

Boemi Ngariung oleh Jessica Josephine Pramono

Boemi Ngariung: Perancangan Fasilitas Bagi Komunitas Orang dengan HIV/AIDS di Pantura, Subang Sejak tahun 1999 – 2019, Orang dengan HIV / AIDS di daerah Subang memegang peringkat tertinggi presentase persebaran HIV se Jawa Barat. Zona merah persebaran virus HIV adalah Jalan Enem di Pantura, Subang. Jalanan ini dikenal oleh masyarakat dengan konotasi negatif karena di dalamnya terdapat “warung remang-remang” yang menawarkan jasa Wanita Pekerja Seks (WPS). WPS di Warung Remang-remang merupakan kontributor persebaran HIV tertinggi di Subang (1200 orang terpapar). Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Pantura mengalami ketidakadilan sosial yaitu stigma dari masyarakat. Hal ini disebabkan oleh minimnya edukasi yang diterima oleh masyarakat mengenai cara persebaran virus HIV, maka mitos-mitos mulai bersebaran dari mulut ke mulut. Stigma dan diskriminasi yang dialami ODHA di Pantura berdampak pada kehidupan okupasional, mental dan psikososial mereka. Ketidakadilan sosial ini mengarah pada perilaku menyimpang ODHA yang menghindari fasilitas-fasilitas kesehatan karena mereka takut memperoleh stigma dari masyarakat dan kehilangan pekerjaan. Maka dari itu mereka memutuskan untuk bungkam bahkan mengucilkan diri agar terhindar dari stigma dan diskriminasi. Perancangan Boemi Ngariung bertujuan untuk menyediakan fasilitas rehabilitasi mental, psikososial, dan okupasional bagi ODHA di Pantura, Subang. Dengan harapan Boemi Ngariung dapat menjadi ruang berlindung bagi mereka untuk berkomunitas tanpa stigma dan diskriminasi dari masyarakat. Fasilitas yang disediakan antara lain workshop prakarya dari bonggol bambu agar ODHA mendapatkan kestabilan perekonomian, mendorong terjadinya interaksi sosial melalui elemen interior untuk mengatasi permasalahan psikososial dan mental. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode perancangan interior arsitektur dengan pendekatan human ecological design. Dengan mengimplementasikan sistem keberlanjutan seperti material, penghawaan, konstruksi, dsb yang dikaitkan dengan lokalitas dan karakterisitik masyarakat lokal Subang serta elemen-elemen interior dari preseden rumah adat Jolopong yang dapat mendorong terjadinya interaksi sosial antar pengguna ruang.

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

30 NOV 2021

Community Empowerment Through Sustainable Agritourism Development oleh Patricia Caitlyn

Saat terpikir tentang Bali, banyak yang langsung menyebut keindahan wisata baharinya. Walau betul, masih sedikit orang-orang yang menyadari bahwa keindahan pariwisata dari Bali juga kaya akan begitu banyak daerah yang berbeda. Salah satu permata tersembunyi yang menarik perhatian saya adalah Desa Pinggan. Desa Pinggan terletak di Kecamatan Kintamani Bangli yang dikelilingi oleh Gunung Batur. Area ini memiliki salah satu pemandangan paling luar biasa setiap kali awan menutupi daerah itu tepat pada saat fajar dan matahari terbit. Menggambarkan keindahan alam Bali, desa ini sering disebut desa di atas awan. Dengan segala keindahan yang dimiliki, Desa Pinggan menyimpan potensi luar biasa yang saat ini masih ‘terkubur’ dalam keterbatasannya. Faktanya, perekonomian pedesaan di sebagian besar dunia termasuk pedesaan menghadapi tantangan sosial ekonomi terkait dengan penggunaan sumber daya alam yang tidak efisien, infrastruktur pedesaan yang lemah, pengangguran, depopulasi, sehingga menunjukkan rendahnya peluang untuk perubahan besar. Oleh karena itu, bersumber dari fakta bahwa pertanian merupakan sumber pendapatan utama mereka; Penulis melihat nilai potensial yang dibawa dari agrowisata untuk membawa peluang sosial ekonomi baru pada penduduk Desa Pinggan. Oleh karena itu, ANTARA sendiri dibangun sebagai solusi atas permasalahan yang dialami masyarakat lokal sekaligus mampu menampung para pendatang untuk terlibat dalam kegiatan pariwisata di daerah tersebut. ANTARA berdiri sebagai pusat komunitas, menghubungkan penduduk lokal dan produsen serta pengunjung sebagai calon konsumen. Fasilitas ini mendukung kegiatan yang menarik untuk membantu penduduk setempat berbagi lebih banyak tentang budaya dan warisan mereka, sambil juga mempromosikan pentingnya kehidupan hijau dan dasar kehidupan agrowisata yang telah menjadi pekerjaan khusus penduduk selama bertahun-tahun. Perancangan dan penelitian menggunakan metode perancangan kualitatif, sebab menyesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Pinggan, sehingga kualitas yang difokuskan akan bergerak diantara data dan analisa kualitas hidup masyarakat lokal hingga saat ini. Perancangan menggunakan pendekatan keberlanjutan.

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

30 NOV 2021

Preserving a Heritage Building through Past, Present, and Future by Krisabell Karnadi

Fort Vastenburg Museum and Community Center merupakan hasil perancangan yang berangkat dari sebuah kata yaitu; To Romanticize. Dalam konteks perancangan, arti kata ini dapat mendukung adanya proyeksi perasaan manusia kepada sebuah objek maupun tempat, baik dalam segi negatif atau positif. Surakarta merupakan sebuah kota yang terletak di Jawa Tengah dan telah berdiri sejak tahun 1745, dimana terdapat banyak gedung bersejarah yang berdiri di kota tersebut, salah satunya adalah Benteng Vastenburg. Benteng Vastenburg dibangun pada masa kolonial Belanda sebagai benteng pertahanan dan pusat pemerintahan kolonial pada zaman itu, namun seiring berjalannya waktu, benteng telah beberapa kali berganti fungsi dan kepemilikan sampai pada akhirnya benteng tersebut menjadi milik Indonesia setelah kemerdekaannya. Rencana untuk membangun hotel dan pusat perbelanjaan oleh pihak swasta mengakibatkan gedung internal benteng yang dirubuhkan, namun ketidaksetujuan dari berbagai belah pihak mengakibatkan proyek tersebut diberhentikan dan Benteng Vastenburg kini berdiri terlantarkan. Sejarah ini, ditambah dengan kondisinya sekarang yang kosong dan jarang mendapatkan interaksi dari masyarakat, pada akhirnya mengakibatkan terakumulasinya sebuah stigma yang bersifat negatif terkait identitas Benteng Vastenburg. Hal ini menjadi sebuah permasalahan karena walaupun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa benteng tersebut merupakan saksi sejarah dan bagian dari Kota Surakarta. Konsep yang berkembang dari analisa permasalahan ini adalah ‘Altering Identity’, di mana perancangan bertujuan untuk memperbaiki persepsi masyarakat mengenai Benteng Vastenburg tanpa melupakan identitas aslinya sebagai benteng bersejarah. Sejarah yang memiliki peran penting terhadap identitas benteng diterapkan melalui pengimplimentasian pendekatan naratif, di mana setiap bagian dari perancangan bertujuan untuk merefleksikan tahapan alur cerita mengenai sejarah benteng dan juga persepsi masyarakat Indonesia terhadap benteng dari awal berdirinya benteng sampai pada masa kini. Museum Sejarah Benteng Vastenburg dirancang untuk menceritakan sejarah benteng dari awal didirikannya sampai titik dimana benteng ditelantarkan, secara kronologis dan interaktif dengan tujuan untuk mengedukasi pengunjung mengenai masa lalu dan sejarah benteng. Pusat Komunitas lebih berfokus pada masa kini, melalui penyediaan ruang publik untuk masyarakat dimana mereka dapat berkumpul dan belajar, dengan Kelas Workshop yang menyediakan ruang edukasi untuk masa depan masyarakat. Perancangan yang banyak melibatkan aktivitas masyarakat bertujuan agar kiranya dengan bertambahnya interaksi antara publik dan benteng, masyarakat akan merasa nyaman dengan benteng dan benteng akan kembali lagi menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat dengan identitas yang positif.

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

29 NOV 2021

Revitalization of Gedung Wayang Orang Sriwedari oleh Monica P. Arifin

Pada masa kini, budaya yang seharusnya terus lestari menjadi kian dilupakan. Bukan hanya nilai-nilai, bentuk budaya lokal pun sudah semakin tergantikan oleh bentuk baru yang terus bermunculan, seiring kuatnya arus globalisasi. Salah satu kota yang sangat kental dengan kebudayaan Jawa adalah Kota Surakarta. Dalam menjalankan aspek kehidupan, masyarakat Surakarta sangat menjunjung pandangan hidup dan nilai-nilai luhur yang sudah melekat erat dalam kehidupan mereka. Lahir dan berkembang di kota yang penuh nilai historis serta nilai adiluhung, kesenian di Kota Surakarta juga menjadi salah satu aspek kehidupan yang sangat mengangkat tinggi nilai budaya. Menampilkan pertunjukan yang mengangkat kisah-kisah dari Mahabarata dan Ramayana, pertunjukan wayang orang Sriwedari di Surakarta ini adalah salah satu tulang punggung kesenian Surakarta. Kesenian ini sangat erat dengan kebudayaan karena lewat cerita di dalamnya, pertunjukan ini selalu menyiratkan pesan-pesan moral kehidupan. Perancangan Revitalisasi Gedung Wayang Orang Sriwedari dibuat untuk memberikan energi baru kepada budaya wayang orang, sehingga generasi muda dan yang akan datang dapat terus mengenal serta menjadi familiar dengan budaya ini. Perancangan ini dibuat dengan pendekatan struktur naratif, di mana pengunjung akan bisa belajar dan mengenali kebudayaan wayang orang mulai dari sejarah, makna, karakter, hingga langsung turut mempelajari elemen-elemen dalam pertunjukan melalui pendekatan yang terstruktur dan mudah dipahami. Hal ini dilakukan sehingga bukan hanya menumbuhkan kemauan untuk generasi muda untuk terus dapat melestarikan budaya ini, namun juga mengedukasi serta memberikan pengalaman aktivitas dan ruang yang utuh. Mengangkat permasalahan utama yaitu ‘unfamiliarity’ terhadap budaya wayang orang, dirumuskan tiga poin utama dalam perancangan ini, yaitu ‘recognition’, ‘regeneration’, serta ‘resources’. Dalam memenuhi ketiga poin tujuan ini, dilakukan pemrograman ulang aktivitas yang mendukung terwujudnya solusi desain dalam perancangan yang baru. Adapun kategori aktivitas tersebut terbagi menjadi lima kategori aktivitas, meliputi ‘welcoming’ sebagai area penyambutan, ‘conserving’ sebagai area penyampaian narasi sejarah dan latar belakang budaya, ‘experiencing’ sebagai area menonton pertunjukan wayang orang, ‘discovering’ sebagai area pembelajaran atau lokakarya, serta ‘reflecting’ sebagai area transisi. Babak naratif disampaikan mulai dari tahap abstrak hingga koda; menyampaikan mulai dari nilai dan sejarah budaya wayang orang hingga usaha pelestarian budaya wayang orang yang dilakukan hingga saat ini. Seluruh nilai dan pesan tersebut dibuat dengan perancangan yang relevan dengan pola aktivitas dan minat pada masa kini, seperti dengan perancangan aktivitas yang interaktif dan penggunaan teknologi yang mendukung penyampaian cerita agar lebih atraktif dan dinamis. Usaha pelestarian dan keberlanjutan budaya ini juga menjadi salah satu pokok dalam perancangan ini, sehingga dibuat fasilitas ruang yang mewadahi pembelajaran hard skill untuk edukasi dan pemberdayaan sumber daya manusia, seperti lokakarya tari dan gamelan, kostum, rias, serta kerajinan tangan. Setelah melewati dan lebih mengenal kebudayaan wayang orang, pengunjung Gedung Wayang Orang Sriwedari diharapkan dapat memiliki pengalaman ruang dan aktivitas yang utuh, serta dapat lebih mengapresiasi nilai budaya tradisional untuk terus dilestarikan. Proyek ini merupakan karya dari Monica P. Arifin, mahasiswa Desain Interior UPH. Untuk melihat karya lengkapnya, klik di sini.

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

23 NOV 2021

Typo oleh Senlih Yoana

Typo adalah toko alat tulis yang juga menjual berbagai produk pendukung seperti techware dan homeware. Konsep produk yang dimiliki adalah unique, vintage dan irreverent untuk menambahkan kepribadian pada barang sehari-hari melalui humor, grafik, dan desain. Toko Typo dirancang untuk Solo Center Point dengan target market anak muda atau lebih spesifik lagi kalangan pelajar yang menyukai alat-alat tulis atau dekorasi yang terlihat unik. Pesan yang disampaikan melalui desain adalah semangat dan motivasi. Karena banyak dibeli oleh pelajar untuk keperluan pendidikan, konsep citra yang dibawa adalah academia. Tema yang dibawa disesuaikan dengan salah satu kata kunci konsep produk, yaitu vintage, maka tema desain yang diangkat adalah “reliving the past” dengan pembawaan narasi yang menceritakan tentang sebuah semangat dan motivasi pelajar yang berlatar di masa lampau. Desain fasad toko dibuat seperti foto klise sehingga pelanggan yang masuk ke dalam toko seakan masuk ke dalam masa lalu, seperti masuk ke dalam foto. Di area new arrival dan display, pembeli dapat melihat dan menyentuh (membuka buku, mencoba alat tulis) produk yang dipajang sehingga pembeli termotivasi dan merasa semangat, toko juga dipenuhi dengan berbagai tulisan dari produk yang menyemangati. Di sitting area, pembeli dapat menyentuh produk yang sudah dibelinya dan termotivasi untuk melakukan pekerjaannya menggunakan produk Typo.

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

17 NOV 2021

Journey of Sensory Experience in Rural Area Oleh Marcelleano Setiawan

Saat ini dunia masih berperang melawan pandemi COVID-19. Kehidupan manusia pun mengalami perubahan. seketika ekonomi menurun akibat kehilangan pekerjaan bahkan kehilangan nyawa. Dampak nya sampai membawa kita kedalam era new normal. Membuat orang-orang mencari cara untuk melanjutkan hidupnya sampai stress atau bahkan depresi. Hal ini tentunya dapat diatasi dengan punya pemikiran yang tenang. Maka dari itu, toko Rumah Atsiri Indonesia dirancang dengan menanggapi hal tersebut dimana toko bukan hanya sekedar tempat untuk berbelanja, namun juga tempat untuk pengunjung merasakan pengalaman meruang lewat multi sensori pada perjalanan mereka didalam toko ini. Perjalanan yang berpadu dari kehidupan manusia saat ini dengan perjalanan dari Rumah Atsiri Indonesia sendiri. Sehingga multi sensori pengunjung dapat dirasakan langsung lewat konsep toko dari perpaduan pedesaan dan pabrik tua. Mulai dari material, suasana, dan lain-lain sebagai kunci desain keseluruhan.Terdapat 5 elemen penting antara lain daun, air, instrumen relaksasi (gamelan), essential oil dan diffuser dimana semua elemen ini memacu sensori pengunjung yaitu penglihatan, perabaan, pendengaran dan penciuman. Didukung dengan pencahayaan remang-remang seperti di pedesaan dan pabrik tua membuat suasana dramatis menjadi lebih hidup. Maka hadirlah toko Rumah Atsiri Indonesia yang bertemakan“Journey of Sensory Experience in Rural Area”dimana setiap langkah pengunjung mengandung arti kesederhanaan dan apa adanya seperti layak nya pedesaan dan pabrik tua sehingga suasana tenang, nyaman, damai bisa didapatkan ketika pengunjung berada didalam toko. Konsep tema kemudian berpadu dengan produk yang dijual seperti diffuser dengan aromatherapy sehingga suasana toko lebih terasa dan menambah ketenangan hati juga pikiran. Semua ini menciptakan sebuah emosi positif yaitu joy atau kegembiraan, serenity atau damai menerima diri sendiri, satisfaction atau puas dalam mencapai kebutuhan yang diinginkan berupa produk. Disamping itu pengunjung puas dengan menerima ketenangan hati dan pikiran kemudian keluar toko dengan rasa optimis karena telah dipenuhi dengan emosi positif. Selain itu, dalam perancangan toko Rumah Atsiri Indonesia juga menerapkan protokol kesehatan dimana salah satu caranya dengan menempatan produk yang disesuaikan agar pengunjung memiliki jarak 1-2 meter ketika melakukan tester atau memilih produk. Hal ini mengusung keberhasilan konsep tema dengan membuat pengunjung aman dan nyaman ketika berada didalam toko. Proyek ini merupakan karya dari Marcelleano Setiawan, mahasiswa Desain Interior UPH.

#UPHImpactsLives

ttl_laptop

Publication

23
JUN 21

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama MRIN-UPH dengan Eijkman terkait Whole Genome Sequencing Virus SARS-COV-2

Mochtar Riady Institute for Nanotechnology-Universitas Pelita Harapan (“MRIN-UPH”) resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (“Eijkman”), lembaga penelitian dibawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Indonesia pada Kamis, 29 April 2021. Kerja sama antara Eijkman dan MRIN-UPH adalah mengenai Whole Genome Sequencing (WGS) virus SARS-COV-2 (virus penyebab Covid 19), dimana MRIN-UPH merupakan lembaga penelitian swasta pertama yang bekerja sama dengan Eijkman dalam penelitian WGS SARS-CoV-2.Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan oleh Prof. dr. Irawan Yusuf, Ph.D., selaku Presiden Yayasan Mochtar Riady Nanotechnology Institute dan Prof. dr. David H. Muljono, Sp.PD., FINASIM, Ph.D., selaku Deputi Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, disaksikan oleh Dr. rer. nat. Ivet Suriapranata, selaku Kepala Divisi Penelitian MRIN-UPH, dan Drh. Safarina G. Malik, M.S., Ph.D., selaku Sekretaris Utama Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.“Kolaborasi antara MRIN-UPH dengan Eijkman adalah sarana yang baik untuk melakukan pertukaran ide dan knowledge transfer. Kedua lembaga memiliki kualitas dan nilai lebih. Eijkman memiliki fasilitas lengkap dan sumber daya manusia yang banyak. Sedangkan MRIN-UPH adalah bagian dari Medical Science Lippo Group, yang tergabung bersama Fakultas Kedokteran UPH dan Rumah Sakit (RS) Siloam yang memiliki jaringan yang luas di Indonesia. Jaringan yang luas ini memungkinkan MRIN-UPH mendapat akses sampel dari berbagai daerah di Indonesia,” jelas Prof. Irawan.Dr. Ivet menambahkan bahwa dengan kerja sama ini, kontribusi MRIN-UPH terkait pemetaan genom SARS-CoV-2 semakin luas. “Sebelumnya MRIN-UPH hanya melakukan partial genome sequencing dari SARS-CoV-2. Bersama Eijkman, kami dapat berkontribusi melakukan WGS yang bermanfaat dalam pemetaan varian virus penyebab COVID-19 yang ada di Indonesia, termasuk mutasi virus tersebut. Untuk kerja sama ini, MRIN-UPH akan memilih sampel-sampel yang memenuhi kriteria seperti profil pasien dan nilai Cycle Threshold (CT) tertentu. Kemudian sampel dikirimkan ke Eijkman untuk dilakukan sequencing. Jika data sudah lengkap maka data ini akan dilaporkan kepada Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) sehingga dapat diakses publik,” tambah Dr. Ivet.Lebih lanjut, Dr. Safarina yang biasa dipanggil Dr. Ina ini menjelaskan, kerja sama WGS SARS-CoV-2 ini akan dibagi menjadi dua tahap. “Dalam tahap pertama, MRIN-UPH akan menyediakan reagen untuk meneliti 100 sampel yang dikerjakan Eijkman. Kemudian data WGS dari 100 sampel ini akan dilaporkan ke GISAID. Dalam tahap kedua, MRIN-UPH akan melakukan pengiriman sampel secara rutin ke Eijkman untuk berpartisipasi dalam pemenuhan target Eijkman dari pemerintah Republik Indonesia, yaitu pengiriman data WGS dari 5,000 sampel ke GISAID di tahun ini,” papar Dr. Ina.Diakui oleh Dr. Ina, kerja sama mengenai penelitian WGS SARS-CoV-2 ini adalah yang pertama dilakukan dan telah menjadi pionir untuk kerja sama serupa antara Eijkman dengan lembaga penelitian lainnya, terutama lembaga riset dari daerah di luar pulau Jawa. Ia berharap kerja sama ini mampu berkontribusi dalam peningkatan kemampuan genome surveillance di Indonesia. Artinya meningkatkan kapasitas nasional agar sigap mengetahui apabila ada anomali kasus dan dapat menangkap varian atau mutasi virus SARS-CoV-2 di Indonesia lebih awal.Lebih lanjut, menurut Prof. dr. Herawati Sudoyo, M.Sc., Ph.D. (Prof. Hera), Deputi Bidang Penelitian Fundamental Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, kerja sama dengan MRIN-UPH juga terbuka pada respon inang (pasien) terhadap patogen penelitian penyakit, selain penelitian patogennya.“Selain meneliti patogennya, bersama MRIN-UPH, kami juga ingin melakukan penelitian terhadap gejala klinis dari pasien. Karena beda pasien maka bisa berbeda juga respon dan dampak penyakit yang dirasakan,” papar Prof. Hera.Melalui peluang kerja sama yang ada, MRIN-UPH berkomitmen untuk siap berkontribusi dalam kemajuan penelitian. Tentu dalam menjalankan kerja sama juga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia yang handal di bidangnya. Untuk itu, bagi kamu yang bercita-cita menjadi peneliti di bidang bioteknologi atau Kesehatan, mari bergabung di Program Studi Kedokteran atau Program Studi Bioteknologi UPH. Pasti bisa kuliah dan capai cita-citamu di UPH! Daftar di sini dan informasi lebih lanjut hubungi 0811-1709-901.

Read More
16
JUN 21

UPH Mengadakan Sentra Vaksin Bagi Publik & Mahasiswa, untuk Mendukung Program “Herd Immunity” Pemerintah

Jakarta, 15 Juni 2021 – Sebagai salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Pelita Harapan (UPH) mendukung program Herd Immunity pemerintah, UPH mengadakan sentra vaksin bagi masyarakat publik dan juga bagi mahasiswa/i UPH. Berlokasi di Pluit Village Lantai 2, Jl. Pluit Indah No 12, Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara; sentra vaksin UPH akan berlangsung pada tanggal 17-26 Juni 2021 (tutup pada hari Minggu 20 Juni 2021). Sentra vaksin ini akan dibuka mulai pukul 09.00 hingga pukul 16.00 wib setiap harinya.Adapun persyaratan bagi penerima vaksin cukup mudah yakniBerusia minimal 18 tahun,Belum pernah menerima vaksin gotong royong sebelumnyaWajib melakukan pendaftaran secara daring terlebih dahulu, danKhusus mahasiswa/i UPH, wajib menunjukkan smartcardUPH menyediakan dua pendaftaran yang ditujukan untuk mengorganisir pendaftaran mahasiswa dan masyarakat umum agar lebih terkendali dan menghindari terjadinya penumpukkan antrian di lokasi sentra vaksin. Masyarakat umum dapat mendaftar melalui bit.ly/sentravaksinuphumum sedangkan mahasiswa/i UPH yang ingin mendapatkan vaksin, dapat mendaftar melalui bit.ly/vaksinasimahasiswauph. Calon penerima vaksin dapat memilih tanggal vaksinasi sesuai ketersediaan yang ada pada formulir pendaftaran, kemudian akan menerima konfirmasi, lalu datang sesuai tanggal vaksinasi yang telah dipilih.Rektor UPH, Dr. (H.C) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc. antusias bahwa program ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. ”UPH melihat bahwa masih diperlukan sentra vaksin bagi masyarakat umum terutama untuk masyarakat produktif pemegang KTP luar Jabodetabek, yang bekerja di area Jabodetabek. Ini tentunya memerlukan partisipasi dari setiap institusi, selain inisiasi pemerintah. Kepedulian UPH membantu program pemerintah tentunya harus diwujudnyatakan dan kami bersyukur karena dengan terbukanya sentra vaksin UPH, maka makin banyak orang yang dapat dilayani,”Lebih lanjut, Stephanie Riady, B.A., M.Ed., selaku Direktur Eksekutif Yayasan Pendidikan Pelita Harapan menyatakan “UPH memiliki tema Impact Lives artinya memberi dampak positif, sehingga kegiatan ini merupakan bukti bahwa UPH sangat memprioritaskan kesehatan dan keselamatan semua yang terlibat dalam program pendidikan di masa pandemi, termasuk masyarakat umum. Sebagai institusi pendidikan, UPH siap sedia membantu Gerakan Nasional Vaksinasi COVID-19 untuk mempercepat program kekebalan kelompok/herd immunity 1 tahun dari pemerintah,”Sentra Vaksin UPH dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat termasuk penyemprotan disinfektan di lokasi sentra vaksin UPH.

Read More
23
APR 21

Bioteknologi UPH Temukan Bakteri Penghilang Warna Limbah Tekstil

Kepala Program Studi (Kaprodi) Bioteknologi Universitas Pelita Harapan (UPH), Dr. Reinhard Pinontoan bersama dengan tim, melakukan penelitian terhadap adanya bakteri yang mampu mendekolorisasi warna biru metilen. Kegiatan penelitian yang dilakukan pada Maret 2020 lalu ini memiliki tujuan untuk mengisolasi potensi bakteri penghilang warna biru metilen dari air Sungai Progo yang terkontaminasi limbah.Hal ini didasari atas kepedulian Dr. Reinhard terhadap fenomena pencemaran air akibat limbah industri tekstil yang masih menjadi masalah lingkungan di Indonesia. Padahal, air dari sungai tersebut menjadi sumber air bagi masyarakat sekitar. Dr. Reinhard mendasarkan penelitiannya dengan mengambil sampel di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang memiliki beberapa pabrik tekstil di sekitar sungai Kulon Progo. Salah satu zat pewarna yang umum digunakan oleh industri tekstil tersebut yaitu biru metilen, diduga mencemari dan menurunkan kualitas air sungai.“Kita ambil sampel dari Sungai Progo untuk kemudian kita teliti dan kita ambil bakterinya, kemudian bakteri tersebut diisolasi. Karena menggunakan prinsip penelitian bioremidiasi, kita memanfaatkan mikroba yang sudah ada di lingkungan tersebut untuk diidentifikasi apakah mikroba tersebut punya kemampuan untuk mendekolorisasi warna tertentu, yang tadinya terkontaminasi, bisa menjadi bening kembali. Dalam penelitian ini kita khusus meneliti warna biru metilen,” ujar Dr. Reinhard.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri yang diisolasi teridentifikasi sebagai Comamonas aquatica dan Ralstonia mannitolilytica. C. aquaticaPMB-1 dan R. mannitolilytica PMB-2 mampu mendekolorisasi warna biru metilen dengan persentase dekolorisasi 67,9% dan 60,3%. Bakteri tersebut masing-masing diinkubasi selama 96 jam pada suhu 37 ° C.“Kami berharap dengan menghilangkan warna biru metilen yang ada pada air sungai, racun yang terkandung di dalam air yang terkontaminasi juga turut hilang. Sehingga kita bisa mendapatkan sumber air mineral yang layak dikonsumsi untuk kegiatan sehari-hari,” tutur Dr. Reinhard.Selain menghasilkan produk-produk makanan dan meneliti zat-zat yang ada di dalamnya, Program Studi (Prodi) Bioteknologi UPH juga senantiasa melakukan penelitian yang memiliki dampak positif terhadap lingkungan. Mahasiswa Bioteknologi UPH akan dibekali dengan teori ilmiah yang kuat dan penerapan teknologi praktis, sehingga para lulusannya dapat menghasilkan berbagai ide dan produk inovatif dalam berbagai sektor termasuk kesehatan, lingkungan, dan industri.Segera daftarkan dirimu pada Prodi Bioteknologi UPH dengan memanfaatkan Beasiswa 100 Miliar di sini. Informasi lebih lanjut hubungi Student Consultant UPH di 0811-1709-901.

Read More
21
APR 21

Terus Berprestasi! Mahasiswa FH UPH Juara Pertama National Business Law Community Summit 2021

Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Pelita Harapan (UPH) kembali berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Mahasiswa Angkatan 2018: Alvin Nathanael, Nitta Kandiah, dan Fenyo Ezra Tania, meraih Juara Pertama dalam “Paper Presentation Competition” pada National Business Law Community (NBLC) Summit 2021. Ini adalah pertama kalinya mahasiswa FH UPH ikut di kompetisi tersebut dan mampu menunjukkan kualitasnya dengan langsung merebut tempat pertama!National Business Law Community Summit 2021 adalah kompetisi yang diadakan oleh Universitas Atma Jaya pada 20-21 Februari 2021. Kompetisi ini bertemakan ‘Upaya Hukum Sektor Perbankan Guna Menanggulangi Kasus Non-Performing Loan pada Masa Pandemi Covid-19’ dan diikuti 10 universitas, baik universitas negeri atau swasta, dari seluruh Indonesia.Bagi Alvin dan tim, mengikuti kompetisi ini menjadi cara untuk mendorong diri agar tetap produktif dan selalu mengasah kemampuan, serta mengaplikasikan ilmu yang sudah mereka dapat di FH UPH.“Kompetisi menjadi tempat kami mengasah kemampuan analisis dan menerapkan mata kuliah yang sudah kami dapatkan di FH UPH. Misalnya Pendidikan Latihan Kemahiran Hukum 1 (PLKH 1), kami belajar untuk menganalisa permasalahan yang ada dan memberikan solusi hukum terhadap permasalahan tersebut. Selain itu, Hukum Perbankan yang sangat relevan dengan tema kompetisi ini, yaitu mengenai sektor perbankan dalam menanggulangi kasus non-performing loan,” jelas Alvin sebagai ketua tim.Mengikuti kompetisi juga menjadi kesempatan emas dalam menantang diri keluar dari zona nyaman guna meningkatkan kualitas diri, seperti yang dirasakan Nitta. Salah satu tantangan yang berkesan adalah ketika melakukan riset dengan wawancara online bersama para praktisi perbankan guna mendapatkan sudut pandang mereka.Lebih lanjut bagi Fenyo, prestasi ini tentu dapat diraih berkat kerja sama yang baik dan bimbingan dari dosen pembimbing FH UPH; Jerry Shalmont, S.H., M.H. dan Grace Iskandar Darmawan, S.H., M.H.  “Kami bekerja sama dengan baik dalam setiap persiapan. Mulai dari riset, menyusun paper, konsultasi dengan dosen kami, ibu Jerry dan ibu Grace. Bahkan satu minggu sebelum kompetisi dilangsungkan, kami mendapatkan bimbingan intensif terkait presentasi dan tanya jawab. Pertanyaan yang diberikan oleh dosen pembimbing saat latihan tanya jawab, ternyata juga menjadi pertanyaan juri saat kompetisi. Menurut kami, ini adalah salah satu faktor utama kemenangan kami,” cerita Fenyo.Atas pencapaian ini, Jerry Shalmont menyatakan kebanggaannya pada kerja keras yang sudah dilakukan ketiga mahasiswa ini. Ia berharap para mahasiswa FH UPH aktif berkompetisi, karena selain menjadi tempat mengasah kemampuan, mahasiswa juga dapat merasakan manfaat jangka panjang lainnya.“Mayoritas perusahaan mencari lulusan yang selain memiliki Indeks Prestasi (IP) yang bagus juga memiliki pengalaman berkompetisi sebagai nilai tambah. Ini manfaat jangka panjang yang dapat diraih para mahasiswa,” tambah Jerry.Untuk itu dengan prestasi ini, Alvin, Nitta, dan Fenyo berharap dapat memotivasi teman-teman lainnya agar mau ikut berbagai kompetisi guna melatih hard skills dan soft skills. Terlebih dari sisi fakultas, FH UPH sangat mendukung dan memberi kesempatan luas bagi para mahasiswanya berkompetisi.Untuk kamu siswa/i kelas 12 yang bercita-cita memiliki profesi di bidang hukum, FH UPH akan memperlengkapi kamu dengan pengetahuan dan keterampilan hukum yang relevan dengan kebutuhan baik di skala nasional maupun global. Mari bergabung di UPH dengan memanfaatkan Beasiswa 100 Miliar dan daftar di sini. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Student Consultant UPH 0811-1709-901

Read More
20
APR 21

Juara 1 Menyanyi Pop, Otniel Sukses Banggakan UPH di Peksiminas Kemendikbud 2020

Otniel Karisma Parmadean, mahasiswa Conservatory of Music (CoM) Universitas Pelita Harapan (UPH) berhasil mengukir prestasi membanggakan pada kompetisi Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) November 2020 lalu. Pada kompetisi seni yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) tersebut, Otniel sukses mencatatkan prestasi Juara I Lomba Menyanyi Pop Putra, tingkat Nasional.Otniel mengalahkan para perwakilan universitas ternama lainnya dari seluruh Indonesia dengan membawakan lagu “Monokrom” dari Tulus. Atas pencapaian prestasi tersebut, Otniel mengaku sangat gembira karena perjuangannya pada kompetisi Peksiminas 2020 berbuah maksimal.“Rasanya seperti bermimpi, karena saya merasa masih banyak sekali yang perlu saya tingkatkan. Prestasi ini menjadi penyemangat untuk lebih gigih dalam mengasah bakat, selain sebagai bentuk penghargaan dari Tuhan atas kerja keras saya,” ucap Otniel.Otniel merasa ada dua hal keunikan dalam dirinya yang menjadi faktor kemenangan yaitu karisma dan penjiwaan saat melantunkan lagu pilihannya. Ia merasa beruntung karena mendapatkan materi tersebut di perkuliahan.“Aku beruntung karena aku kuliah di CoM UPH, jadi aku memiliki cukup bekal dibidang musik. Aku menerapkan mata kuliah Teori Musik dan Solfeggio. Solfeggio merupakan latihan kemampuan pendengaran pada musik, baik ketepatan ritmik atau ketepatan nada,” tutur Otniel.Menanggapi prestasi yang diraih Otniel, Indrawan Tjhin, S. Kom., B.Mus., MM., E.M.B.A selaku Dekan CoM UPH menyatakan rasa bangganya. Ia berharap semangat Otniel dalam meraih prestasi ini dapat ditiru oleh mahasiswa-mahasiswa lainnya.“Saya turut bangga atas prestasi Otniel. Tentu ini merupakan sikap yang saya harap dapat menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya untuk lebih semangat belajar, berkarya dan berprestasi,” ungkap Indrawan.Di CoM UPH, para mahasiswa terus didorong untuk mengikuti berbagai kompetisi untuk meningkatkan kemampuan bermusik, termasuk melalui praktik langsung seperti tampil di panggung konser atau recital. CoM UPH juga senantiasa melibatkan mahasiswa dalam proyek-proyek kreatif contohnya kolaborasi dengan musisi-musisi profesional antara lain Tohpati, Barry Likumahuwa, Oele Patisellano, Nesia Ardi dan Dira Sugandi, musisi kenamaan yang juga merupakan alumni UPH.Ingin asah potensi musik kamu? Segera bergabung di CoM UPH! Peluang ‘Beasiswa 100 Miliar’ masih terbuka luas. Informasi lebih lanjut, hubungi 0811-1709-901 (Student Consultant) atau daftar langsung di sini.

Read More
05
APR 21

Delegasi Hubungan Internasional UPH Raih Penghargaan Utama ‘Best Delegation’ di SUNMUN 2020

Selamat kepada mahasiswa Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) Universitas Pelita Harapan (UPH) angkatan 2018 dan 2019, yang berhasil meraih penghargaan utama ‘Best Delegation’ di Southeastern United Nexus Model United Nations (SUNMUN) 2020. Penghargaan ini diraih atas keberhasilan para delegasi yang mendapatkan penghargaan terbanyak di kategori yang ada di SUNMUN, yaitu pada kategori United Nations Human Rights Council (UNHRC) dan United Nations Commission on Narcotic Drugs (UNCND), dua komite di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang disimulasikan dalam SUNMUN 2020.SUNMUN 2020 berlangsung pada 19-20 Desember 2020, dengan tema “Igniting Change: Enhancing Protection in an Increasingly Connected World”, dengan total peserta sekitar 150 orang dari berbagai negara, khususnya India, Indonesia, dan Filipina. SUNMUN sendiri adalah konferensi simulasi sidang PBB perdana, berbasis amal yang diadakan untuk membantu masyarakat di masa pandemi COVID-19. Seluruh dana yang didapatkan, kemudian didonasikan kepada National Children’s Hospital di Filipina.Berikut adalah tim delegasi mahasiswa HI UPH yang berpartisipasi dalam SUNMUN 2020:Arlen Kevino Hart, 2019 – (Best Delegate UNHRC)Jenny Sari Winata, 2019 – (Most Outstanding UNHRC)Felica Sharon, 2019 – (Best Position Paper dan Verbal Commendation UNHRC)Stefan Christian Gultom, 2019 – (Most Outstanding UNCND)Edward Soewanto, 2019 – (Best Position Paper UNCND)Angela Filipus, 2019 – (Honourable Mention UNCND)Stefani Sanjaya, 2018Yoga Yules, 2019Arlen Kevino Hart, salah satu delegasi mahasiswa HI UPH di SUNMUN 2020 menyatakan,  “Dengan ikut kompetisi ini, kami berhadapan langsung dengan isu-isu internasional, mempraktikkan cara melakukan riset, speech¸ dan berdiplomasi yang baik, sesuai dengan apa yang sudah kami dapat di kelas saat kuliah. Selain itu, bergabung dalam komunitas dan berpartisipasi di kompetisi, pastinya semakin memperluas wawasan dan mengenal latar belakang beragam negara.”Lebih lanjut, Angela Filipus, yang merupakan Ketua delegasi, merasa bahwa partisipasi dalam kompetisi adalah cara tepat mengasah kemampuan berdiplomasi dan negosiasi yang sangat diperlukan sebagai mahasiswa HI. Terlebih melalui kompetisi internasional ini, diakui Angela semakin menambah koneksinya hingga skala internasional.Berpartisipasi dalam kompetisi juga diyakini mereka sebagai cara tepat dalam menerapkan ilmu dan kemampuan yang sudah diperoleh dari beragam mata kuliah di UPH. “Ikut dalam kompetisi Model United Nations (MUN) sangat berguna untuk mengimplementasikan pelajaran yang kami dapat dari berbagai mata kuliah. Contoh mata kuliah yang relevan seperti Hukum Internasional, Politik Internasional, Ekonomi Internasional, Conflict Resolution, dan lainnya. Mata kuliah ini yang menjadi fondasi kami dalam berdiplomasi, menyusun resolusi dan argumen saat berpidato sesuai kaidah hukum internasional yang berlaku,” pungkas Felica Sharon yang juga tergabung dalam delegasi HI UPH.Meresponi prestasi ini, Floranesia Lantang, S.H.Int., MNatSecPol., Ketua Prodi HI UPH menyatakan kebanggaannya. “Kami bangga dengan prestasi mahasiswa kami. Prestasi pada SUNMUN menambah daftar prestasi prodi dalam ranah Internasional. Sejak 2017, sudah tercatat 70 prestasi dalam kompetisi MUN. Kami mendukung mahasiswa kami untuk aktif, karena partisipasi dalam kompetisi akan semakin melatih mereka untuk mempraktikkan teori atau konsep yang mereka dapat di kelas.”Para delegasi juga berpesan kepada para junior ataupun calon mahasiswa HI UPH agar aktif berpartisipasi mengikuti beragam kompetisi guna mengimplementasikan mata kuliah secara nyata, sedari awal masa perkuliahan.Jadi untuk kamu siswa/i kelas 12 yang memiliki mimpi untuk berprestasi di bidang hubungan internasional, HI UPH pilihan tepat untuk kamu! HI UPH akan membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keahlian praktis di bidang perdagangan internasional, budaya, studi ASEAN, dan korporasi serta keamanan internasional. Manfaatkan peluang Beasiswa 100 Miliar, daftar di sini atau informasi lebih lanjut hubungi 0811-1709-901.

Read More