float_enroll
float_enroll

How to Win

Maximize your winnings in Content Hub with these fun activities.

htw1
htw2
htw2
htw3
htw4
htw5
htw6
htw7
htw8

How far can you go?

test1
test2
boy_with_question

How far you can go?

boy_with_question
test1
test2

RELEASE YOUR STRESSSSS!

girl_with_dance
game_controller
game1
game2

Contributor Canal

Video

Video

Art & Design

Video

Video

Art & Design

calander

12 OCT 2020

Natural Dyed Crawling Path

The use of synthetic dyes in the textile industry can be harmful to the environment, especially those with chemical structure that is difficult to degrade. Therefore, this study aims to explore the possibilities of using natural mordant (bio mordant) for producing dyes that can be environment-friendly. Using aqueous method to extract the color and 3 methods for mordating, which is pre, simultaneous and post. The materials used in this exploration includes hemp, calico, and various types of cotton, with the natural dye sources coming from avocado skin and pit, dragon fruit skin, mangosteen skin, red cabbage, turmeric, onion skin, spinach, suji leaves, butterfly pea flower and mulberries. Based on the characteristics of natural dye produced, one suitable product is soft toy for babies, with diverse, soft and soothing color. In conclusion, natural dyes are assessed to have a fairly good potential in providing environment-friendly alternative. For more detailed research on this, click here. This product is made by Casey Gunawan, one of UPH’s Product Design student.

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

17 FEB 2021

Prancangan Rumah Tinggal by Gary Delfino Yap

Rumah dapat memiliki arti yang lebih dalam dari sekedar tempat untuk menetap, melainkan menjadi tempat spesial dimana seseorang dapat membangun hubungan sesama user dan ruang, merasakan memori yang telah dibangun, dan suasana kenyamanan dengan ciri khas tersendiri yang melekat pada user. Poin – poin yang mengutamakan Human-Centered Design ini akan dicapai melalui pengumpulan data (flow of activity, kebutuhan, aktivitas yang perlu diakomodasi, kebudayaan, sifat, dll.) dari client. Goal dari perancangan rumah ini adalah membangun rumah yang nyaman, aman, sehat, serta memiliki suasana ruang yang dinamis. Dan juga memperhatikan hubungan aktivitas antar ruang untuk menciptakan kebersamaan antar anggota keluarga. Konsep Citra yang dibangun dari kebutuhan, keinginan, dan penylesaian masalah user ini dibagi menjadi 4 keywords, yaitu sederhana, alam, kebersamaan, dan fleksibilitas. Alam: Mencoba untuk memasukan unsur alam ke dalam ruang dengan cara mengaburkan batasan antara area outdoor dan indoor. Hijau-hijauan, aroma alam, suara tarian tumbuh-tumbuhan yang tertiup udara, refleksi gerakan air, serta suara air mengalir yang dihasilkan oleh ‘greeneries’ dan kolam air dapat memberikan nuansa 'home' sebagai getaway dari kesibukan/jenihnya lingkungan rumah yang juga meningkatkankesehatan, mood, dan kesejahteraan user. Kebersamaan: Meminimalisir penggunan sekat atau partisi, namun tidak menghilangkan rasa keberadaan/identitas ruang. Fleksibilitas: Berdasarkan fungsi rumah yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa rumah digunakan untuk tempat tinggal dan kerja, maka akan diupayakan untuk menyediakan fleksibilitas pada kegunaan mayoritas ruang yang dapat berfungsi untuk bersantai atau sebagai area kerja (nonformal) Sederhana: Bentuk-bentuk yang digunakan adalah bentuk yang geometris (memberikan kesan sederhana dan menyatu dengan bentuk arsitektural rumah ini).

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

11 JAN 2021

Getaway Home by Ishika Hassanand

Getaway Home by Ishika Hassanand IMAGERY: "FRESH YET ELEGANT" Bringing the authentic coolness of nature into a modern building while remaining stylish. SHAPE: "GEOMETRIC GLAM" Clean, neat and systematic display of geometric shapes to support the minimalist effect. MATERIAL: "NATURALLY TRENDY" Featuring a unique blend of materials that are natural, modern, eco-friendly and gives off a natural effect. COLOR: "COOL EARTH TONE" Subtle colors that tends to bring out a calm, cool atmosphere yet gives a wider effect on the space. LIGHTING: "TROPICALLY BRIGHT" Natural lighting = Maximized and evenly distributed Artificial Lighting = Color temperature 3000k-4500k (warm to cool white) VENTILATION: "LIGHT AND AIRY" Chilly and fresh which gives the impression of being exposed to nature. ERGONOMY: "SOLIDITY & ACCESIBILITY" The ergonomics between spaces must be close to maintain proper interaction and access of residents but also must be comfortable with a sufficient amount of furniture and space circulation for all residents to be able to do activities together.

Video

Video

Art & Design

calander

15 DEC 2020

Karya Tatung by Sheyri Olivia

Film dokumenter “Tatung” berkisah tentang para Tatung di Bangka yang memperlihatkan sisi berbeda dari Tatung yang dikenal kuat. Liu Sui Fong sudah 30 tahun lebih menjadi seorang Tatung dan seringkali mendapatkan bahaya akibat membantu masyarakat, salah satunya adalah anak kesayangan beliau yang mengalami muntah darah. Selain itu pekerjaan Tatung tidak mendukung secara materi sehingga mereka memiliki pekerjaan lain, seperti Yanti istri dari Liu Sui Fong yang masih berjualan makanan dengan berjalan kaki untuk menafkahi keluarganya. akibat dari 
banyaknya bahaya yang ada para Tatung takut untuk mendokumentasikan ritual mereka, namun berbeda dengan Tatung Ki Dempo yang selalu melakukan siaran langsung di Facebook ketika ritual. Tujuan beliau melakukan siaran langsung adalah untuk melestarikan kebudayaan yang semakin hari semakin menghilang. Dan ini menjadi bukti bahwa kebudayaan Tatung bertumbuh bersama dengan teknologi zaman kini. This video was created by Sheyri Olivia, one of UPH's Design Visual Communication student.

Article

General

calander

04 NOV 2020

The Use of Artificial Intelligence in Weapons According to International Humanitarian Law

One of those includes artificial intelligence which is an increasingly used and developed form of technology born sometime in the 1950s. The term of “intelligence” itself means “the ability to acquire and apply different skills and knowledge to solve a given problem” and the use of “general mental capacity to solve, reason, and learn various situations”. Meanwhile, “AI” can simply be defined as “the theory and development of computer systems to carry out tasks normally requiring human intelligence”. The foundation of AI’s development began in 1950, by mathematician Alan Turing who posed the question of whether machines could think like humans did, and how. Turing published a paper “Computing Machinery and Intelligence” and established the “Turing Test”, which is designed to determine whether or not a computer is “intelligent” by testing if they can imitate an input given by a human and produce an output that human users cannot identify as coming from a machine. Even within a small nation such as Singapore, they are currently working on incorporating AI into their defense structure to “maximize combat effectiveness with minimum manpower.” Its development is rampant due to its promising contribution for the military in the future which could make work safer for the army, like its ability to spot and detect objects that are out of human view, helping personnel make decisions through analysis, increase accuracy in targeting, and more. Due to the potential damages and harm to human life, many experts including Elon Musk and the three co-founders of AI’s company “Google DeepMind” have pledged not to develop AI weapons that could create devastating results. They, and thousands of other AI experts, have opposed the existence of automated weapons that rely on AI without sufficient human control and constantly warns the public of the repercussions, whether moral or pragmatic, in enforcing such weapons. Still, there are no specific internationally agreed rules or conventions about AI in weapons yet. A disharmony in agreement or understanding about what can be used in the AI battle field and how much human intervention should be applied could result fatally.

Video

Music

calander

03 NOV 2020

(Cover) Bintang Kehidupan by @radio__aktif

This is one of their Instagram Project Videos posted on @radio__aktif, where they covered a song by Glenn Fredly. This cover also acts as a tribute to the Legend who have inspired many through his music. Them, as students of Conservatory of Music UPH, hope to always create and make music for others, even in the midst of this pandemic. If you’re interested, you could check out other projects on their Instagram: @radio__aktif Stay safe everyone!

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

09 OCT 2020

Honda Brio for VMOD3

This design was made by Calvin, one of UPH Product Design student. This was a submission for Honda Brio VMOD3, which achieved the top 20 spot. The theme applied here is Rallycross, a unique race with mixed surface in 1 lap, and bracket elimination format. In this race, the car is modified with high-powered engine, upgraded suspension, as well as upgraded body & chassis. To compensate for the huge power, wide wheels are applied, converting the car to a wide body, giving it an aggressive look, with the functional rear wing. Check out more of Calvin's work on his Instagram: @calvinsproject.

#UPHImpactsLives

feature_frame
ttl_laptop

Publication

19
JAN 21

PT Rovega Indonesia Memilih Desain Mebel Karya Mahasiswi UPH Guna Menjawab Kebutuhan Konsumen Bekerja dari Rumah

Tiga karya mahasiswi Desain Produk Universitas Pelita Harapan (UPH) terpilih PT Rovega Indonesia sebagai desain mebel terbaik dalam menjawab kebutuhan bekerja dari rumah selama pandemi. Ketiga mahasiswi Desain Produk 2018 ini yaitu Agnes Veronica, Flonetta Felling, dan Natassya Winoto berhasil menciptakan desain meja kerja yang serba guna, ergonomis, nyaman, dan multifungsi. Pemilihan desain mebel terbaik ini merupakan bagian dari kerja sama antara PT Rovega Indonesia (salah satu perusahaan mebel premium di Indonesia) dengan UPH. Tujuan kerjasama ini ialah menghasilkan kolaborasi dunia Pendidikan & industry, yang mampu menjawab kebutuhan pasar terkini. Kerja sama yang diimplementasikan dalam mata kuliah Desain Mebel  ini menghasilkan 63 desain karya 21 orang mahasiswa, yang dinilai langsung oleh jajaran Direksi PT Rovega Indonesia. Untuk itu, setiap mahasiswa harus membuat konsep desain, rendering detail, gambar Teknik & detail spesifikasi. “Di awali dengan mengikuti mata kuliah Desain Mebel II, kami diminta untuk membuat desain mebel meja kerja yang nyaman, compact, dan high functional untuk mendorong produktivitas bekerja dari rumah, sesuai dengan instruksi yang dijelaskan tim Rovega” jelas Flonetta. Agnes menambahkan, mahasiswa memiliki waktu kurang dari 45 hari untuk dibimbing dosen dan membuat satu konsep dengan tiga alternatif desain. Kemudian, sebagai tahap final, setiap mahasiswa harus mempresentasikan desainnya di depan Edward Tirtajasa, Direktur Sales dan Marketing PT Rovega Indonesia.  Edward sendiri mengaku puas dengan presentasi karya mahasiswa UPH yang nyatanya mampu menjawab tantangan yang diberikan. “Poin utama tantangan ini yaitu menciptakan konsep desain yang menjadi solusi berkualitas, value for money, ide orisinil yang menarik, dapat diimplementasikan dan diterima pasar. Saya cukup terkejut dan puas, karena dengan keterbatasan pandemi juga waktu, mereka mampu menunjukkan karya yang menarik & kreatif,” jelas Edward dengan antusias. Natassya fokus memberikan solusi pada area kerja sempit dengan desain meja kerja kecil bergaya’mid-century’ dengan beragam kegunaan yaitu meja laptop pendek dan tinggi, dilengkapi ruang penyimpanan multifungsi. Kemudian ide meja Agnes ialah ‘portable’, yakni meja kerja berbahan dasar aluminium dan rotan, yang ringan sehingga dapat dilipat dan dipindahkan, guna mengatasi kebosanan saat bekerja di rumah. Sedangkan Flonetta menyasar kenyamanan bekerja melalui nuansa natural dan homey, dan fokus pada area laptop (tabletop) yang luas dan dilengkapi dengan tempat penyimpanan stop kontak di dalam, sehingga lebih rapih. Desainnya juga dilengkapi dengan multi-storage yang banyak, agar dapat meletakkan beragam kebutuhan pendukung selama bekerja. Ketiga karya ini akan dipublikasikan di media sosial PT Rovega Indonesia untuk mendapatkan feedback dari pasar sebelum diproduksi masal. Edward berharap, hal ini dapat menambah pengalaman dan wawasan bagi desainer, bahwa desain selain sesuai arahan, bagus dan kreatif, juga harus dapat diterima oleh konsumen. Dengan kerja sama ini, Desain Produk UPH ingin menekankan bahwa proses pendidikan di UPH sangat komprehensif dan langsung melibatkan industri terkait, sehingga setiap mahasiswa UPH mampu mengimplementasikan ilmu di kelas ke dalam desain yang sesuai kebutuhan industri juga tren pasar. Jadi untuk kamu siswa/i kelas 12 yang ingin menjadi problem solver melalui desain, Desain Produk UPH adalah pilihan tepat. Setiap mata kuliah, para pengajar, fasilitas, hingga jejaring dengan industri terkait; dipersiapkan tepat sasaran, agar mahasiswa siap menjadi desainer profesional yang dibutuhkan pasar. Manfaatkan Beasiswa 100 Miliar dan bergabung dengan UPH. Info lebih lanjut hubungi 0811-163-2838 atau daftar langsung di one.uph.edu.

Read More
19
JAN 21

Mahasiswi UPH Meraih Juara ‘People’s Choice Winner’ dalam Kompetisi Food Expo 2020, University of Newcastle, Australia

Mahasisiwi Teknologi Pangan Universitas Pelita Harapan (UPH) berhasil meraih penghargaan sebagai ‘People’s Choice WInner’ dalam kompetisi internasional Food Expo 2020 yang diadakan oleh University of Newcastle, Australia. Seperti yang dilansir dalam https://www.newcastle.edu.au/highlights/student-highlights/ludwina-eugenia, ketertarikan untuk mendapatkan fasilitas kelas dunia dan pengalaman industri berskala internasional, membawa Ludwina Euginia untuk memilih program studi Dual-Degree Teknologi Pangan, UPH. Program Dual-degree ini merupakan program kemitraan antara UPH dengan University of Newcastle. Dengan program ini, Ludwina berkesempatan untuk merasakan pengalaman belajar di Australia, sebagai bagian dari proses penyelesaian studinya di UPH. Ludwina memulai proses studinya di University of Newcastle selama pandemi Covid-19. Dengan kebijakan pembatasan perjalanan dan segala kegiatan di luar rumah, membuat Ludwina harus melakukan kegiatan studinya secara online. Terlepas dari jarak, semangatnya untuk mendapatkan pengalaman dan ikut terlibat aktif dalam setiap mata kuliah (course) begitu luar biasa. Ludwina ikut serta dalam Food Competition tahunan yang bertempat di University Ourimbah, partner University of Newcastle. Kemampuannya untuk selalu berkomunikasi aktif dengan rekan satu tim hampir setiap harinya dan berbekal pengetahuan, keterampilan, dan keahlian satu sama lain; membawa Ludwina dan tim mampu menghasilkan ide-ide inovatif untuk produk makanan dan meraih penghargaan “People’s Choice Winner”. Kolaborasi global secara virtual ini, menyoroti bagaimana passion terhadap makanan mampu menyatukan setiap individu. “Saya sangat senang bekerja dengan tim saya. Mereka sangat baik dan saya dapat belajar banyak dari mereka. Sangat menarik dan pastinya sangat bermanfaat untuk memenangkan penghargaan setelah semua kerja keras yang kami lakukan dalam proyek ini,” ungkap Ludwina. Selain itu, Ludwina juga mengakui bahwa ia menikmati setiap mata kuliah yang diberikan begitu praktis, terutama mata kuliah pengembangan produk makanan yang memberinya gambaran sekilas tentang bagaimana bekerja dalam penelitian dan pengembangan. Lebih dari itu, Ludwina tidak pernah menyangka bahwa ia juga diperlengkapi keterampilan pemasaran yang baru baginya. “Keterampilan yang saya pelajari sangat berguna untuk bekerja dalam bisnis dan pemasaran di industri makanan atau jika saya ingin membuka bisnis makanan dan minuman (food and beverage),” tambah Ludwina. Ketua Prodi Teknologi Pangan Ir. W. Donald R. Pokatong, M.Sc., Ph.D. menyatakan prestasi Ludwina dalam kompetisi bertajuk proyek pengembangan pangan ini sangat membanggakan. “Ludwina dan timnya mengerjakan produk mayo vegan (vegetarian mayonnaise) yang disebut ‘Kacang Bergizi’ dan berhasil meraih penghargaan. Tentu prestasi ini sangat membanggakan karena mampu membuktikan bahwa mahasiswa kami dapat berkompetisi dalam skala internasional. Selain prestasi tersebut, Ludwina juga dianugerahi Beasiswa Musim Panas (Summer Vacation Scholarship). Beasiswa yang begitu kompetitif ini menawarkan kepada penerima untuk mengambil bagian dalam program penelitian selama enam minggu dan melakukan penelitian isu terkini sesuai dengan fokus studi mereka. Berbekal keterampilan yang sudah diasahnya, Ludwina akan bekerja bersama akademisi terkemuka Dr. Tamara Bucher. Menurut Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FaST) Eric Jobiliong, Ph.D., kesempatan Ludwina untuk melakukan penelitian di University of Newcastle ini adalah kesempatan yang sangat baik. “Kami bersyukur atas pencapaian Ludwina yang mendapat kesempatan riset dengan dukungan dari University of Newcastle, bekerja bersama para mahasiswa dan pengajar di sana. Kami berharap penelitian yang sudah ia lakukan dan ide-idenya mampu memberi manfaat bagi banyak orang. Ini menjadi bukti kualitas mahasiswa UPH yang mampu berdampak dan memiliki ide kreatif hingga ke skala internasional,” kata Eric. Teknologi Pangan UPH memiliki fokus dalam penerapan dan pengembangan ilmu dan teknologi pangan ke dalam kebutuhan industri juga kemajuan penelitian. Mendorong setiap mahasiswa untuk aktif baik di dalam maupun di luar kampus. Bagi siswa/i kelas 12 yang memiliki passion di bidang teknologi pangan, mari bergabung dan manfaatkan Beasiswa 100 Miliar. Daftarkan diri kamu di one.uph.edu atau informasi lebih lanjut dapat menghubungi Student Consultant UPH 0811-163-2838.

Read More
11
JAN 21

UPH mewakili Indonesia Raih Juara Technology Infusion 2020, La Trobe University-Australia

Berita membanggakan dibawa oleh tim gabungan mahasiswa Program Studi (Prodi) Bioteknologi dan Teknik Elektro Universitas Pelita Harapan (UPH), atas keberhasilannya meraih 1st runner-up dan 2nd runner-up dari lomba ide kota cerdas “Technology Infusion Grand Challenge 2020” yang diadakan oleh La Trobe University Australia, pada 27 November 2020. Tim UPH juga menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang masuk ke dalam tahap final dan meraih juara. Pada kompetisi ini, UPH mengirimkan 2 tim yaitu “Team Hiroep” yang terdiri dari Andrew Dwijanto, Josavan Ezekhiel (Teknik Elektro UPH), Livi Anastasia, dan Sania City (Bioteknologi UPH) yang meraih 1st runner-up, dan juga “Team SmartStep” yang terdiri dari Athiyyarizka Farbila Rachmah, Suawa Natania Abigail Christy, Jesselyn Tanoto (Bioteknologi UPH), Winly Williamdi, dan Owen (Teknik Elektro UPH) yang meraih 2nd runner-up. Team Hiroep mengusung ide AirAid, masker cerdas terhubung Information of Technology (IoT) yang membantu mengumpulkan data polusi untuk peta polusi kota, sekaligus memperingatkan kalau si pemakai berada di daerah dengan polusi tinggi dan filter sudah saatnya diganti. “Semakin banyak orang yang memakai AirAid, maka semakin banyak data yang terkumpul sehingga bisa membantu pemerintah untuk membuat keputusan yang lebih baik dalam menyelesaikan permasalahan polusi udara. Selain itu, kita dapat mengetahui kualitas udara lingkungan sekitar kita, guna melindungi diri untuk bernapas lebih baik,” jelas Livi Anastasia. Sedangkan Team Smartstep mengusung ide tegel-tegel (ubin) cerdas yang memprediksi pergerakan penumpang dalam kereta Commuter Line Jabodetabek yang terhubung IoT sehingga dapat memberikan wawasan bagi pengelola jasa angkutan kereta untuk mengatur jumlah penumpang agar lebih nyaman dan physical distancing terjaga. SmartStep juga bertujuan untuk mengevaluasi jadwal dan jumlah gerbong kereta pada jam sibuk. “Tujuan lainnya dari SmartStep adalah mendorong orang untuk bepergian lebih banyak tetapi dengan menggunakan lebih sedikit kendaraan pribadi sehingga polusi dapat dikurangi dan turut meningkatkan kualitas udara di Jakarta,” tutur Owen. Proses mengikuti kompetisi ini dilakukan selama 1 tahun, mulai dari submit proposal di akhir tahun 2019, submisi pitching video, funding dari La Trobe University, pembuatan prototype, pembuatan video final, dan penjurian di akhir tahun 2020. Dalam kompetisi ini, tim UPH harus bersaing dengan 14 universitas dari India, China, Indonesia, dan Srilanka. Selamat atas kerja keras, kerja kreatif, dan kerja cerdas dari tim mahasiswa UPH serta untuk tetap berprestasi di tengah pandemi ini. UPH berkomitmen untuk mendidik para mahasiswa menjadi profesional yang mengadaptasi inovasi teknologi digital. Mari bergabung bersama UPH, dan manfaatkan program “Beasiswa 100 Miliar” bagi siswa/i kelas 12. Informasi lebih lanjut hubungi Student Consultant UPH di 08111-632-838 atau  one.uph.edu

Read More
10
DEC 20

KPMG, Satu dari “The Big Four” KAP Resmi Bekerja Sama dengan UPH

Departemen Career Center & Coroporate Relations (CCCR) Universitas Pelita Harapan (UPH) telah resmi bekerja sama dengan KPMG (Klynveld Peat Marwick Goerdeler) Indonesia, satu dari Big Four Kantor Akuntan Publik (KAP) ternama di dunia. Kerja sama dengan KPMG ini diharapkan dapat semakin memperluas networking dan mempermudah para mahasiswa juga lulusan UPH untuk terjun berkarier secara profesional di perusahaan ternama yang berskala internasional ini. “Selama ini KPMG sudah tidak asing dengan kualitas UPH karena sudah ada mahasiswa yang magang dan alumni UPH yang bekerja di KPMG. Dengan melihat kualitas lulusan UPH, inilah yang mendorong KPMG menyambut antusias kerja sama ini, melalui penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) pada 1 Desember 2020,” jelas Dharamanita Kusumaningrum, Manager CCCR UPH. Keyakinan KPMG terhadap kualitas UPH, mendorong KPMG untuk antusias bekerja sama baik dengan program studi (prodi) Akuntansi maupun prodi lain di UPH. “Ruang lingkup kerja sama CCCR UPH dengan KPMG ini meliputi kesempatan untuk magang, perekrutan karyawan, dan pembekalan persiapan karier kepada mahasiswa UPH baik UPH Kampus Karawaci, Kampus Surabaya, dan Kampus Medan. Selain fokus pada prodi Akuntansi, kerja sama berjangka waktu dua tahun ini juga terbuka untuk prodi lainnya guna semakin mendukung kualitas akademik UPH. Untuk peluang karier, KPMG juga terbuka untuk diisi oleh mahasiswa atau lulusan UPH dari beragam latar belakang pendidikan yang sesuai dengan posisi tersedia,” tambah Dharamanita. Kerja sama dengan KPMG semakin menambah deretan perusahan yang resmi bekerja sama dengan CCCR UPH. Lebih dari 50 perusahaan dari beragam jenis industri di antaranya PricewaterhouseCoopers (PwC), Bank Central Asia (BCA), Tokopedia, Korn Ferry Indonesia, HSBC, Metrodata Electronics, Dentsu Aegis Network Indonesia, Kelly Services Indonesia, GoWork, HOPE Worldwide Indonesia, dan perusahaan lainnya. Departemen CCCR UPH berkomitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh prodi di UPH guna memenuhi kebutuhan dari prodi melalui kerja sama yang sudah dan akan terus dilakukan. Hal ini untuk menjamin mahasiswa UPH agar dapat memiliki networking dengan beragam perusahaan ternama, para profesional industri, yang mampu memberikan wawasan praktis. Tentunya networking ini juga menjadi pintu bagi mahasiswa untuk terjun berkarier di perusahaan ternama. Mari bergabung bersama UPH, menjadi mahasiswa yang memiliki peluang luas mengejar karier impian. Manfaatkan Beasiswa 100 Miliar UPH Tahun Akademik (TA) 2021/2022 dengan mendaftar di one.uph.edu atau informasi lebih lanjut hubungi Student Consultant UPH 0811-163-2838

Read More
26
NOV 20

UPH Resmi Bekerja Sama dengan Universitas Ternama dari Malaysia

Dua universitas ternama Malaysia, Tunku Abdul Rahman University College (TAR UC) dan Asia Pacific University of Technology and Innovation (APU), telah resmi bermitra dengan Universitas Pelita Harapan (UPH). Perwakilan TAR UC mengunjungi UPH pada 2 Maret 2020, dengan dipimpin oleh Vice President for Administration & Internationalization and Associate Professor, Say Sok Kwan. Mereka disambut oleh Wakil Rektor Bidang Pemasaran UPH, Danny Lee. Kedua perwakilan tersebut membahas beragam kesempatan kerjasama seperti joint research serta pertukaran mahasiswa dan dosen. Kemitraan yang terjalin antara UPH dan APU ini menjadi salah satu contoh integrasi program “Kampus Merdeka” antara UPH dan universitas luar negeri yang selaras dengan kebijakan yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), yang mengamanatkan perguruan tinggi untuk menawarkan peluang bagi mahasiswa untuk mengambil mata kuliah lintas jurusan, atau mengambil mata kuliah dalam program studinya di universitas yang berbeda, baik dalam skala nasional maupun internasional. Kebijakan tersebut memungkinkan mahasiswa untuk mengambil dua semester (sekitar 40 kredit) di luar universitas asal mereka atau mereka dapat mengambil satu semester (sekitar 20 kredit) di jurusan yang berbeda di universitas asal mereka. Melalui kerjasama dengan APU, mahasiswa UPH dapat mengambil empat mata kuliah di program Data Science & Business Analytics Foundation dan tiga mata kuliah di program Artificial Intelligence Foundation. Semua kursus akan dilakukan sepenuhnya secara online. Program ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa UPH karena mereka akan mendapatkan pengetahuan dasar di bidang Data Science and Business Analytics, dan Artificial Intelligence (AI) yang sangat dibutuhkan di pasar saat ini. Hal menarik lainnya adalah UPH dan APU sepakat bahwa lulusan UPH yang melanjutkan program magister di APU, baik program Master of Science in Data Science and Business Analytics; dan Master of Science in Artificial Intelligence, mendapatkan keistimewaan yakni mereka dapat menyelesaikannya hanya dalam kurun waktu satu (1) tahun saja serta akan mendapatkan program pembiayaan khusus. Saat ini, program-program tersebut ditawarkan ke School of Information Science and Technology (SisTech), dan kedepannya program ini direncanakan juga terbuka bagi para mahasiswa dari fakultas UPH yang lainnya, yang tertarik akan bidang tersebut. Kerjasama ini merupakan bentuk komitmen nyata UPH untuk menghasilkan para lulusan yang siap terjun di dunia internasional. Mari bergabung bersama UPH dan manfaatkan peluang Beasiswa 100 Miliar untuk Tahun Akademik (TA) 2021/2022. Informasi lebih lanjut hubungi 0811-163-2838 (Student Consultant) atau ke one.uph.edu.

Read More
19
NOV 20

UPH Generates More Than 150 Researches with 1.8 billion Grant from Dikti in 2020

In 2020, Universitas Pelita Harapan (UPH) faculty members have deployed 1.8 billion Rupiah of research grants from the Directorate General of Higher Education (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi/Dirjen DIKTI). The funds were used to generate 150 studies that have been published in various journals and Scopus-indexed proceedings (a library database containing abstracts and citations for academic journal articles). For the upcoming 2021 year, Dikti is accepting applications for research grants and social responsibility (pengabdian kepada masyarakat/PKM). This is a competitive process, which involves the assessment of the researchers’ track record and close evaluation by nationally certified reviewers. “Research and Social Responsibility Institute (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat-LPPM) UPH, has become part of a main LPPM cluster that can submit proposals for decentralized research grants, with a focus on the following fields: Health / Life Science, Advanced Materials, Engineering and Industrial Technology 4.0, Business and innovation, Education & character development, Religiosity & Well-being, to Socio-Culture, Law, Design, and Sustainable Cities,” explained Dr. -Ing. Ihan Martoyo, ST., MSc., MTS., Head of LPPM UPH. The emphasis on these topics provides opportunities for many researchers to actively contribute to the respective fields while developing a coherent and unifying focus on all research activities at UPH. Additionally, through the proliferation of these researches, UPH can take a more significant role in cultivating research talent within Indonesia, particularly in the healthcare sector, which can lead to higher quality of life and improved welfare for the entire nation. In addition to Dikti grants, UPH also funds research, PKM, publications/seminars, and various scientific reports. UPH encourages the active role of lecturers and researchers to produce significant researches and the best quality of education for students like you! So what are you waiting for? Join now by applying for the “100 Billion Scholarship (Beasiswa 100 Miliar)” program. For further information, please contact 0811-1632-838 (Student Consultant) or go to one.uph.edu.

Read More