float_enroll
float_enroll

Contributor Canal

Featured Post

Graphics / Gallery

Art & Design

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

21 DEC 2021

Angkasa Pura Property Office oleh Senlih Yoana

Angkasa Pura Property adalah salah satu anak perusahaan dari angkasa pura 1, yaitu BUMN yang fokus di bidang penerbangan atau aeronautika yang cakupan wilayahnya di Indonesia Tengah sampai Timur, lingkup bisnisnya yang pertama adalah pengembang properti untuk wilayah Bandara, kedua, manajemen properti dan utilitas, ketiga, jasa konstruksi untuk pembuatan fasilitas di Bandara. Sebagai perusahaan milik negara, Angkasa Pura Property perlu menampilkan identitasnya, salah satunya adalah dengan penggunaan elemen dekoratif yang menunjukkan lokalitas. Desain kantor menggunakan beberapa elemen lokal seperti motif dan aksara yang digunakan di Indonesia Tengah sampai Timur yang memiliki nilai yang sama dengan nilai perusahaan, yaitu AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif). Selain identitas, kenyamanan pekerja juga menjadi penting dalam kantor, salah satu yang menjadi keunggulan bekerja di kantor dibandingkan di rumah adalah adanya interaksi sosial dengan sesama pekerja. Desain kantor menyediakan berbagai area sosial yang disesuaikan dengan bentuk interaksi sosial di kantor sebelumnya dengan berbagai perbaikan dari aspek ergonomi untuk meningkatkan kolaborasi dan kenyamanan pekerja dalam kantor. Konsep citra yang digunakan adalah eksotis, dengan tema modern meets tropical, sesuai dengan cakupan lokasi yang dikuasai oleh perusahaan sebagai strategi yang dilakukan untuk pencapaian perwujudan identitas perusahaan.

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

21 DEC 2021

Fajar Paper Office oleh Karen Audrey

PT Fajar Surya Wisesa Tbk (Fajar Paper) adalah salah satu produsen kertas kemasan terkemuka di Indonesia yang menerapkan rencana keberlanjutan di dalam proses produksinya. Setiap produk yang dihasilkan berasal dari 100% kertas daur ulang dan semua kebutuhan energi untuk mesin produksi dipenuhi secara mandiri melalui pembangkit listrik yang memanfaatkan pembakaran uap proses produksi. Perusahaan juga mempunyai tanggung jawab sosial yang berfokus pada 4 bidang utama yaitu tanggung jawab atas lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, kualitas produk dan kepuasan pelanggan serta pengembangan masyarakat. Tanggung jawab ini menunjukkan bahwa perusahaan memperhatikan keterikatan antara manusia dengan alam dan hubungan sosialnya. Perhatian khusus yang dimiliki perusahaan terhadap kelestarian dan keberlanjutan lingkungan sekitar menjadi dasar diangkatnya tema “Expanding Harmonious & Innovative of Sustainability”. Tema ini bertujuan memperluas rencana keberlanjutan tidak hanya pada aktivitas perusahaan tetapi juga pada suasana ruang kerjanya dengan tetap memperhatikan keharmonisan antara alam, manusia dan hubungan sosialnya. Untuk dapat mendukung tema ini maka dibuatlah konsep citra ruang yang tidy, repetitive, straight movement & open to nature. Konsep citra ini menggambarkan keharmonisan antara manusia dengan alam yang ditunjukkan melalui penggunaan material dengan konten 3R, material dengan warna dan tekstur alam, penempatan beberapa tumbuhan hijau serta keterbukaan view disekeliling area kerja. Keterbukaan view juga memungkinkan cahaya alami masuk dan memenuhi kebutuhan cahaya di area kerja serta menghemat penggunaan energi lampu buatan. Sedangkan hubungan manusia dengan diri pribadi dan sosialnya ditunjukkan melalui meja cubical yang menggambarkan kedekatan antar karyawan, tempat penyimpanan individu di workstation dan ketersediaan area atau ruangan untuk aktivitas kerja sendiri maupun bersama salah satunya ruang rapat. Penempatan setiap ruang juga didasarkan pada struktur organisasi perusahaan sehingga tingkat kedudukan karyawan dan hubungan kerjanya dapat berjalan dengan baik. Contohnya ruang manajer yang ditempatkan berdekatan dengan area kerja divisi yang dibawahi sehingga manajer dapat mengawasi aktivitas kerja karyawannya. Tidak hanya itu, keamanan dan kerahasiaan perusahaan juga diutamakan melalui pengelempokkan area publik sehingga jangkauan akses tamu luar dibatasi hanya di area ini. Pada setiap ruangan atau area, identitas dari perusahaan berusaha ditampilkan baik dari penggunaan material, bentuk, warna dll. Hal ini bertujuan untuk mengingatkan karyawan ataupun pengunjung terkait visi, misi, tujuan dan aktivitas perusahaan.

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

21 DEC 2021

QLUE Office oleh Imelda Laurentsia

Qlue merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kemajuan teknologi, terutama dalam cabang kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IOT). Dari wawancara dan pengamatan yang dilakukan secara online, terdapat beberapa kata kunci yang menggambarkan perusahaan ini, yaitu; kekeluargaan, teknologi, komunikasi dan relasi. Berdasarkan kata kunci tersebut, ditetapkan layout yang berfokus pada penerapan open office untuk mewujudkan kantor dengan nilai kekeluargaan, komunikasi, dan relasi yang baik. Konsep utama dari perancangan kantor Qlue ini adalah smart office yang berdasar pada identitas perusahaan dan menggambarkan produk unggulan dari Qlue. Dalam mewujudkan konsep ini, terdapat beberapa konsep pendukung yang meliputi konsep citra, bentuk, warna, material, pencahayaan, dan penghawaan. Konsep citra yang diangkat adalah modern & fun, modern menggambarkan Qlue sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern yang ada saat ini dan terus berkembang hingga masa mendatang. Fun menggambarkan citra dan karakteristik dari para pekerja Qlue yang kekeluargaan dan hangat. Konsep bentuk yang diusung adalah melingkar tanpa sudut, diambil dari sifat pekerja Qlue yang saling merangkul satu dengan lainnya. Konsep material menekankan pada penggunaan material sustainable untuk menjaga keseimbangan dan sebagai bentuk pertanggung jawaban desainer terhadap upaya menjaga keberlangsungan alam dan didampingi dengan konsep material yang semi translucent untuk menunjukkan keterbukaan dan kecanggihan teknologi modern. Konsep pencahayaan mengangkat tema minimalis produktif, di mana kantor akan memanfaatkan cahaya alami secara maksimal melalui bukaan pada jendela guna mengaktifkan siklus sirkardian pada ruang kantor demi meningkatkan produktivitas dari para pekerja. Konsep warna yang diangkat adalah identity supremacy di mana biru menjadi warna dominan kemudian di imbangi oleh warna abu-abu dan efek metalik sebagai aksen. Konsep penghawaan yang diambil adalah suhu bumi (24 OC) yang cocok untuk meningkatkan produktivitas dalam bekerja. Seluruh konsep diterapkan dengan cara berbeda dan saling berkaitan antar satu area dengan area lainnya yang ada pada kantor, sehingga terbentuk satu perancangan kantor yang utuh. Konsep tersebut juga diterapkan pada furnitur kantor yang meliputi meja rapat, workstation, meja resepsionis, dan furnitur lainnya. Pada furniture digunakan system modular untuk kemudahan transportasi, instalasi, dan efektivitas penggunaan bahan demi menjawab tantangan green design pada furnitur.

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

21 DEC 2021

INDOMARCO OFFICE oleh Gary Delfino Yap

Indomarco merupakan anak perusahaan dari grup Indofood, memiliki tanggung jawab sebagai penghubung antara produk-produk Indofood dengan penikmatnya yang tersebar di Indonesia, sedangkan anak perusahaan lainnya, yaitu Indofood CBP, IndoAgri, dan Bogasari bertanggung jawab untuk memproduksi produk makanannya. Tujuan utama dari grup Indofood, untuk membangun anak perusahaan ini adalah, menjadi grup perusahaan TOTAL FOOD SOLUTION, sebuah siklus produksi, di mana grup Indofood secara mandiri menanam bahan baku makanannya, mendistribusi, hingga tahap akhirnya mengolah sampah limbah pengguna produk Indofood, menunjukkan kepedulian grup Indofood terhadap lingkungan alam. Grup Indofood pun berinisiatif untuk mengadakan program GREEN OFFICE yang ditujukan untuk menciptakan lingkungan kerja beserta karyawannya untuk memiliki kebiasaan praktik ramah lingkungan, serta didukung juga oleh program 3K yaitu untuk memberikan lingkungan kerja yang sehat dan aman bagi karyawannya. Tagline Indomarco “MENJADI ASET NASIONAL DALAM BENTUK JARINGAN RITEL WARALABA YANG UNGGUL DALAM PERSAINGAN GLOBAL", menunjukkan fokus pada divisi distribusi adalah menyalurkan, merangkul, dan menghubungkan para pecinta produk Indofood ke setiap seluk beluk Indonesia dan juga hingga mancanegara. Tanpa adanya Indomarco ini produk dari Indofood CBP tidak dapat sampai hingga ke tangan konsumen. Berdasarkan analisa kantor existing, disimpulkan bahwa belum terceritakan pada perancangan kantor bahwa kantor existing merupakan kantor Indomarco, sebuah divisi distribusi yang bertugas untuk menghubungkan produk Indofood ke setiap konsumen yang tersebar di Indonesia, program GREEN OFFICE yang diinisiasi oleh grup Indofood pun belum terlihat, serta tujuan grup Indofood sebagai perusahaan TOTAL FOOD SOLUTION belum tergambarkan pada kantor existing, melainkan hanya terlihat seperti kantor yang bisa digunakan oleh perusahaan apa pun. Studi makro dan mikro pada lokasi perancangan, bangunan JB Tower yang berada di ring satu Jakarta Pusat, berada di lingkungan central business district, menjadi sesuai sebagai penempatan kantor perusahaan besar seperti Indomarco, bukan hanya sebagai penempatan fisik, namun memosisikan image perusahaan yang memiliki tujuan bukan hanya berkembang secara nasional tapi juga mancanegara. JB Tower didesain untuk dan telah memperoleh sertifikasi platinum oleh GBCI, menunjukkan aspek keberlanjutan akan menjadi perhatian khusus pada konsep perancangan, selaras dengan program GREEN OFFICE yang diinisiasi oleh grup Indofood. Dari data yang sudah diperoleh, Indomarco sebagai divisi distribusi yang berfungsi untuk menghubung konsumen dari berbagai budaya di Indonesia, serta visi grup perusahaan Indofood untuk menciptakan siklus “TOTAL FOOD SOLUTION”, keberlanjutan dalam proses produksi, dimulai dari penanaman bahan baku hingga pengolahan sampah limbah plastik pengguna, serta aspek keberlanjutan dari data JB Tower yang memperoleh sertifikasi platinum GBCI, mencetuskan konsep citra KONTINUITAS. Kontinuitas yang melambangkan tidak terputusnya antara produsen dan konsumen, tidak terputusnya antara budaya yang tersebar di seluruh Indonesia, tidak terputusnya dalam siklus produksi (TOTAL FOOD SOLUTION), dan tidak terputusnya dalam aspek keberlanjutan. Menghadirkan suasana kantor yang mengalir dan terhubung satu sama lainnya, melalui bentuk bentuk yang tidak memiliki sudut, memberikan persepsi ruang yang tidak memiliki akhir, layaknya seorang penjelajah yang sedang mencari ujung dunia. Dipadukan dengan narasi Pak Sudono Salim, menceritakan latar belakang perusahaan, yang jarang di dengar oleh masyarakat Indonesia, serta stilasi budaya 5 pulau besar Indonesia (Jawa, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, dan Papua) ke dalam elemen desain perancangan kantor. Melalui konsep ini menjadi solusi dari permasalahan kantor existing Indomarco yang tidak menampilkan identitas perusahaan dalam perancangan ruang kantor, kebutuhan fasilitas kerja lainnya yang belum terpenuhi, dan aspek keberlanjutan yang belum tergambarkan.

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

21 DEC 2021

Perancangan Kantor Mayora pada JB Tower

PT. Mayora Indah Tbk. (Perseroan) merupakan perusahaan industri pangan yang mengincar target market Asean dan merupakan salah satu produsen makanan berkualitas tinggi. Cara bekerja karyawan Mayora adalah kasual namun profesional, dimana sistem bekerja secara kelompok (yang terdiri dari 5-10 orang dengan satu ketua pada masing-masing tim) sangat menjunjung tinggi kekeluargaan dalam pekerjaan. Dengan ini muncul permasalahan di mana area workstation harus didesain sehingga para karyawan bisa melakukan pekerjaan secara tim dengan mudah. Kantor juga harus menyediakan ruang meeting/ruang brainstorming yang bisa digunakan sehari-hari. Selain itu tentunya karena para karyawan bekerja dari pagi hingga malam, sehingga secara aspek ergonomi seperti contohnya antropometri, pencahayaan, penghawaan, harus diperhatikan dengan baik agar karyawan tidak mudah lelah yang dapat menghilangkan fokus pekerja. Konsep yang akan digunakan adalah menciptakan ruang kerja casual yang terbuka untuk mencerminkan kekeluargaan sehingga meningkatkan keakraban dan kebersamaan antar pekerja serta menciptakan ruang modern yang menerapkan ruang secara fungsional serta menggunakan garis dan bentuk sederhana simetris Selain itu juga menggunakan konsep perancangan dengan pendekatan green design yang diterapkan pada material, sistem (pencahayaan/penghawaan) dan konstruksi. Untuk merepresentasikan konsep casual, bentuk yang digunakan di dalam ruang adalah merupakan garis garis lurus simetris dengan bagian ujung yang melengkung untuk mengurangi kesan formal pada semua aspek yang ada. Modern direpresentasikan melalui bentuk-bentuk simple dan simetris yang dapat dilihat pada area ceiling, acoustic wall panel, dan juga furnituer. Bentuk workstation yang saling berhadapan membuat pekerja dapat berinteraksi dan bekerja secara tim dengan murah dan juga hal ini meningkatkan keakraban antar pekerja. Partisi banyak menggunakan kaca untuk memberikan kesan terbuka dan juga merepresentasikan modern. Selain itu pada setiap ruang kerja juga memiliki area kolaborasinya tersendiri yang merupakan keperluan sekaligus konsep desain yang mengedepankan kekeluargaan dan cara bekerja yang lebih casual. Warna yang digunakan adalah merah untuk merepresentasikan perusahaan lalu dikombinasikan dengan warna natural putih, coklat dan abu-abu mudah untuk menetralkan warna merah. Desain juga telah mencoba untuk menjawab rumusan masalah, yaitu merancang workstation dan meja resepsionis yang menyediakan area kerja dan area penyimpanan yang cukup agar karyawan tidak kesempitan dan terganggu dengan peralatan kerja yang berantakan. Tidak lupa peralatan yang digunakan di atas meja workstation juga ergonomis agar tangan dan mata karyawan tidak mudah lelah, menggunakan pencahayaan alami semaksimal mungkin pada seluruh ruangan, dan mengkombinasikannya dengan pencahayaan artifisial merata yang disertai dengan sistem sensor pada setiap lampunya sehingga dapat mendeteksi kebutuhan pencahayaan artifisial pada setiap ruangnya, menggunakan fasilitas anti glare pada ruangan agar tidak mengganggu pekerja dalam bekerja, menggunakan penghawaan buatan yang dilengkapi dengan tools seperti CO2 detector untuk meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan. Yang terakhir, untuk menerapkan green design di dalam ruangan, maka telah dilakukan beberapa cara yaitu memperhatikan orientasi bangunan untuk memaksimalkan pencahayaan alami, menganalisis pencahayaan alami menggunakan dialux untuk memenuhi kebutuhan pencahayaan di dalam ruangan, menggunakan tools untuk meningkatkan kualitas udara, menerapkan shading seperti kaca film, lapisan anti glare pada komputer, dan roller blind, serta menggunakan material yang selama proses produksi hingga perawatan ramah lingkungan.

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

06 DEC 2021

Upaya Pengembangan Memori Kolektif Kebudayaan Lokal dalam Perancangan Omah Wayang Klaten oleh Arvella Emmanuel Vincent

Kebudayaan seni tradisional merupakan sebuah aspek produk ke masyarakatan yang bergantung pada memori kolektif dan interaksi dalam masyarakat dalam upaya mempertahankan eksistensinya. Sangat disayangkan, Globalisasi dengan perkembangan teknologi yang sangat progresif mempersempit peluang kebudayaan tradisional yang cenderung statis untuk menjadi bagian dari keseharian masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Terdapat beberapa upaya untuk melestarikan seni tradisional, salah satunya dengan kehadiran sanggar budaya. Memori akan sebuah lingkungan yang peduli terhadap eksistensi kebudayaan seni tradisional dapat menjadi afirmasi di masa depan dan membentuk pola pikir yang kebudayaan tradisional pola piker masyarakat yang menghargai dan menjunjung tinggi kebudayaan bangsa. Sanggar kebudayaan merupakan salah satu wadah untuk bibit memori-memori tersebut dating terbentuk. Omah Wayang Klaten merupakan salah satu sanggar kebudayaan non-profit, yang terletak di antara dua kota budaya, yakni Jogja dan Solo. Didirikan oleh keluarga pencipta wayang warta (wayang Kristen), Alm. R SoemijantoTiknodarsono, sanggar ini memiliki visi untuk terus melestarikan kebudayaan tradisional walaupun dalam kesederhanaan. Sanggar dikelola oleh keluarga sehingga aktivitas sanggar harus terintegrasi dengan aktivitas rumah tinggal. Proyek ini mencoba memaksimalkan potensi arsitektural dan geografis Omah Wayang Klaten dengan mengimplementasikan konsep mixed used planning. Integrasi aktivitas dwelling, retail dan edukasi merupakan strategi utama dalam menciptakan pengelompokkan ruang yang efisien serta membantu memberikan privasi bagi keluarga Omah Wayang. Guna menciptakan memori kolektif akan lingkungan yang melestarikan seni tradisional bagi masyarakat sekitar, bangunan di rancang sebagai ruang publik. Konsep community engagement diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan sitgma eksklusifitas dan menciptakan facade bangunan yang terbuka untuk menjangkau masyarakat sekitar. Selain dari itu, gaya perancangan arsitektur modern juga diaplikasikan sebagai strategi untuk menciptakan relevansi terhadap era globalisasi ini guna menciptakan lingkungan yang dapat menjadi konteks memori kolektif untuk terus menunjang pelestarian kebudayaan tradisional.

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

30 NOV 2021

Boemi Ngariung oleh Jessica Josephine Pramono

Boemi Ngariung: Perancangan Fasilitas Bagi Komunitas Orang dengan HIV/AIDS di Pantura, Subang Sejak tahun 1999 – 2019, Orang dengan HIV / AIDS di daerah Subang memegang peringkat tertinggi presentase persebaran HIV se Jawa Barat. Zona merah persebaran virus HIV adalah Jalan Enem di Pantura, Subang. Jalanan ini dikenal oleh masyarakat dengan konotasi negatif karena di dalamnya terdapat “warung remang-remang” yang menawarkan jasa Wanita Pekerja Seks (WPS). WPS di Warung Remang-remang merupakan kontributor persebaran HIV tertinggi di Subang (1200 orang terpapar). Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Pantura mengalami ketidakadilan sosial yaitu stigma dari masyarakat. Hal ini disebabkan oleh minimnya edukasi yang diterima oleh masyarakat mengenai cara persebaran virus HIV, maka mitos-mitos mulai bersebaran dari mulut ke mulut. Stigma dan diskriminasi yang dialami ODHA di Pantura berdampak pada kehidupan okupasional, mental dan psikososial mereka. Ketidakadilan sosial ini mengarah pada perilaku menyimpang ODHA yang menghindari fasilitas-fasilitas kesehatan karena mereka takut memperoleh stigma dari masyarakat dan kehilangan pekerjaan. Maka dari itu mereka memutuskan untuk bungkam bahkan mengucilkan diri agar terhindar dari stigma dan diskriminasi. Perancangan Boemi Ngariung bertujuan untuk menyediakan fasilitas rehabilitasi mental, psikososial, dan okupasional bagi ODHA di Pantura, Subang. Dengan harapan Boemi Ngariung dapat menjadi ruang berlindung bagi mereka untuk berkomunitas tanpa stigma dan diskriminasi dari masyarakat. Fasilitas yang disediakan antara lain workshop prakarya dari bonggol bambu agar ODHA mendapatkan kestabilan perekonomian, mendorong terjadinya interaksi sosial melalui elemen interior untuk mengatasi permasalahan psikososial dan mental. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode perancangan interior arsitektur dengan pendekatan human ecological design. Dengan mengimplementasikan sistem keberlanjutan seperti material, penghawaan, konstruksi, dsb yang dikaitkan dengan lokalitas dan karakterisitik masyarakat lokal Subang serta elemen-elemen interior dari preseden rumah adat Jolopong yang dapat mendorong terjadinya interaksi sosial antar pengguna ruang.


Graphics / Gallery

Art & Design

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

22 MAR 2021

Ancient Greek to Post-modern Period Architectural and Interior Sketches by Santa Angela

All of these sketches are architectural and interior sketches from ancient greek period until post-modern period. Every sketch from a period is a sketch of a famous architectural structure or interior space during that period.

Graphics / Gallery

Art & Design

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

16 MAR 2021

ÉPANOUI by Gaby Inetta Ichwanto & Karen Hartanto

ÉPANOUI's inspirations came from youthfulness and freedom that us, teenagers have. That leads us to choose Coachella as our main theme of this product collections.

Graphics / Gallery

Art & Design

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

16 MAR 2021

Gelas DP3 by Thea Thomas

Suatu alat untuk mempermudah pengguna tunanetra untuk mengetahui tinggi air dalam gelas tanpa memasukan ujung jari dalam gelas. karena pengguna tunanetra biasanya memasukan ujung jari nya kedalam gelas untuk mengetahui tinggi air, sehingga memungkinkan adanya bahaya virus covid di jari. Namun pada saat pandemi covid 19 ini kebersihan sangatlah harus dijaga sehingga pengguna tunanetra harus lebih aware lagi terhadap kebersihannya. Gelas ini terbuat dari keramik dengan teknik pottery wheel yang digabungkan dengan dowel kayu yang berfungsi sebagai alat bantu visual yang mengapung saat cangkir sudah penuh. Pengguna akan dapat mengetahui berapa banyak air di dalam cangkir dengan merasakan permukaan menonjol pada batang dowel.

Graphics / Gallery

Art & Design

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

17 FEB 2021

Simpang - Modern meets Traditional by Senlih Yoana

Home Definition A place that functions as the main residence that provides the needs of its residents according to their habits and activities. A home should reflect the identity of the occupants, which means they are the only ones who can consider a place to be called "home" and not just a "house". Design Concept Inspired by nature and the richness of Bali culture, adding unique character to modern design through materials and colors. Exposing natural textures and earthy color tones, giving an opportunity to harmonize with nature, which is mainly the concept of Balinese interior as a tribute for "Sang Pencipta". Tri Angga Philosophy Tri Angga means "three parts"; 'utama', 'madya', and 'nista'. Utama means head, as the sacred place it is located in mountains; Madya means middle is where Balinese live; Nista means below, located in the sea. The concept is modernized to 3 zones without changing the order of Tri Angga Philosophy: ● Private zone: where each resident gets their own private room, the only place where they can express their emotion. Therefore, it is located in the innermost of the house. ● Semi-public zone: the "heart" of the house, located exactly in the middle as the meeting point for the family members, supporting the family bonding activities. ● Public zone: the outermost part of the house, to welcome the guests. Social Interaction What is a home without family? Space to support family activities is crucial. Movie time at midnight in the living room, attempting Youtube recipes together in the pantry, birthday celebration in the dining area; those kinds of social interactions give a family opportunities to spend quality time together. Let Your Guests Know You, and Your Works! Welcoming the guests in the foyer, surrounded with natural ornaments and textures. Orchids placed above the traditional rattan and wood combination credenza tell the resident's fondness of nature. Located next to the foyer, this main floor study room also acts as gallery to showcase resident's personal artworks.

Graphics / Gallery

Art & Design

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

17 FEB 2021

Prancangan Rumah Tinggal by Gary Delfino Yap

Rumah dapat memiliki arti yang lebih dalam dari sekedar tempat untuk menetap, melainkan menjadi tempat spesial dimana seseorang dapat membangun hubungan sesama user dan ruang, merasakan memori yang telah dibangun, dan suasana kenyamanan dengan ciri khas tersendiri yang melekat pada user. Poin – poin yang mengutamakan Human-Centered Design ini akan dicapai melalui pengumpulan data (flow of activity, kebutuhan, aktivitas yang perlu diakomodasi, kebudayaan, sifat, dll.) dari client. Goal dari perancangan rumah ini adalah membangun rumah yang nyaman, aman, sehat, serta memiliki suasana ruang yang dinamis. Dan juga memperhatikan hubungan aktivitas antar ruang untuk menciptakan kebersamaan antar anggota keluarga. Konsep Citra yang dibangun dari kebutuhan, keinginan, dan penylesaian masalah user ini dibagi menjadi 4 keywords, yaitu sederhana, alam, kebersamaan, dan fleksibilitas. Alam: Mencoba untuk memasukan unsur alam ke dalam ruang dengan cara mengaburkan batasan antara area outdoor dan indoor. Hijau-hijauan, aroma alam, suara tarian tumbuh-tumbuhan yang tertiup udara, refleksi gerakan air, serta suara air mengalir yang dihasilkan oleh ‘greeneries’ dan kolam air dapat memberikan nuansa 'home' sebagai getaway dari kesibukan/jenihnya lingkungan rumah yang juga meningkatkankesehatan, mood, dan kesejahteraan user. Kebersamaan: Meminimalisir penggunan sekat atau partisi, namun tidak menghilangkan rasa keberadaan/identitas ruang. Fleksibilitas: Berdasarkan fungsi rumah yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa rumah digunakan untuk tempat tinggal dan kerja, maka akan diupayakan untuk menyediakan fleksibilitas pada kegunaan mayoritas ruang yang dapat berfungsi untuk bersantai atau sebagai area kerja (nonformal) Sederhana: Bentuk-bentuk yang digunakan adalah bentuk yang geometris (memberikan kesan sederhana dan menyatu dengan bentuk arsitektural rumah ini).

Graphics / Gallery

Video

Art & Design

Graphics / Gallery

Video

Art & Design

calander

01 FEB 2021

UNESCO Office Concept by Kevin

UNESCO merupakan organisasi dunia yang berfokus pada pengembangan bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Organisasi UNESCO didirikan pada tanggal 16 November 1945, yang dimulai dari adanya inisiatif antar negara Perancis dengan negara-negara lain yang ada di dunia pada saat Perang Dunia 2 untuk menciptakan perdamaian dunia melalui ketiga bidang tersebut. Perancangan ruang pada kantor UNESCO kali ini berlokasi di Jakarta yang berperan sebagai regional office, dalam arti berfokus pada negara di wilayah Asia-Pasifik dan sebagai cluster office yang berfokus pada negara seperti Indonesia, Filipina, Timor Leste, dan Malaysia. Kantor UNESCO yang ada di Jakarta memiliki berbagai permasalahan yaitu, setiap pekerja perlu membawa nama serta logo UNESCO kemana-mana dan interaksi antar pekerja hanya pada pekerja sesama usia dan divisi. Maka dari itu konsep perancangan pada kantor UNESCO yaitu interconnection (interaction and connection) yang bagaimana caranya sebuah ruang kerja dapat membina koneksi antar pekerja serta berkaitan dengan identitas darimasing-masing bidang yang ada di UNESCO.

Graphics / Gallery

Art & Design

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

11 JAN 2021

Dwelling by Valerie Theodora

House Lighting - The lighting of a house is crusial to give the perfect ambience and support the user's activities. In this client's house, the goal is to achieve a soothing ambience to give a relaxing atmosphere for the user to relax in. Because of the client's love with nature, the designer chose to give sufficient natural lighting to further enhance the client's comfortness inside the house. Foyer - A pendant lught at the center of the room is used as a focal point, resembling the sun. While cove lighting is used to give a warm and calming ambience. Pantry - The pantry as a workspace area needs optimal lighting to support the user's activities while also avoiding accidents and discomfort to the eyes. The general lighting used is aroung 250-300 lux, with a color temperature that tends to be in the colder area (4000-5000K) because it's easier to see details, suitable for work areas. A small garden is present beside the pantry to provide natural lighting and minimizing bacteria growth. A task lighting is also present above the critical workzone, sink and hob area to further give the user optimal comfort while doing kitchen activities. Bedroom - The house is positioned heading east, with the use of a garden in the back of the house it provides natural lighting to enter especially in the bedroom area in the morning. With this comodity, the user can be awakened by the ray of sunshine in the morning, boosting their motivation to start the day.

Graphics / Gallery

Art & Design

Graphics / Gallery

Art & Design

calander

11 JAN 2021

Getaway Home by Ishika Hassanand

Getaway Home by Ishika Hassanand IMAGERY: "FRESH YET ELEGANT" Bringing the authentic coolness of nature into a modern building while remaining stylish. SHAPE: "GEOMETRIC GLAM" Clean, neat and systematic display of geometric shapes to support the minimalist effect. MATERIAL: "NATURALLY TRENDY" Featuring a unique blend of materials that are natural, modern, eco-friendly and gives off a natural effect. COLOR: "COOL EARTH TONE" Subtle colors that tends to bring out a calm, cool atmosphere yet gives a wider effect on the space. LIGHTING: "TROPICALLY BRIGHT" Natural lighting = Maximized and evenly distributed Artificial Lighting = Color temperature 3000k-4500k (warm to cool white) VENTILATION: "LIGHT AND AIRY" Chilly and fresh which gives the impression of being exposed to nature. ERGONOMY: "SOLIDITY & ACCESIBILITY" The ergonomics between spaces must be close to maintain proper interaction and access of residents but also must be comfortable with a sufficient amount of furniture and space circulation for all residents to be able to do activities together.